Istana Tolak Permintaan Anies Baswedan Lockdown Jakarta, Ini Alasan Jokowi

Presiden Joko Widodo bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Istana Kepresidenan secara tegas menolak surat permintaan karantina wilayah atau lockdown dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karena, Presiden Joko Widodo lebih menginginkan Pemerintah Daerah dapat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan darurat sipil.

“Tidak diterima, itu otomatis ditolak. Walaupun ada kebijakan, sebenarnya bisa dikerjakan nanti oleh pemda dengan istilah isolasi terbatas. Ada tingkat RT, RW, desa/kelurahan dengan kebijakan Gubernur, misalnya,” kata juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman dikonfirmasi, Selasa (31/3).

Fadjroel menyampaikan, pada tingkat wilayah dengan skala nasional maupun provinsi untuk melakukan karantina wilayah harus persetujuan Presiden. Namun, Presiden Jokowi tak menginginkan adanya karantina wilayah selevel nasional maupun provinsi. “Yang dibahas saat ini PSBB pendisiplinan hukum saja,” ujar Fadjroel.

Alasan Jokowi tak menginginkan lockdown, kata Fadjroel, tak ingin Indonesia bernasib sama seperti India dan Italia. Pasalnya, keputusan lockdown di kedua negara tersebut justru memicu keributan sosial. “Presiden melihat kalau karantina wilayah itu dengan kasus India, kasus Italia, itu ternyata menimbulkan kekacauan sosial. Kalau tidak direncanakan secara terukur,” ujar Fadjroel.

Oleh karena itu, kebijakan pembatasan sosial berskala besar dan darurat sipil merupakan kewenangan yang ditempuh kepala negara untuk menekan curva penyebaran virus korona atau Covid-19. Maka dari itu, Pemerintah Daerah harus lebih mensosialisasikan kebijakan jaga jarak aman atau physical distancing. “Oleh Pak Jokowi ditambah dengan pendisiplinan hukum melalui maklumat Kapolri,” jelas Fadjroel.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...