Mudik Dibatasi, Putih Sari: Perlu Jaminan Kesejahteraan untuk Perantau

Putih Sari

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ramadan masih tiga pekan lagi. Namun, kegiatan mudik dari berbagai kota besar sudah berlangsung. Puluhan ribu perantau memilih pulang ke kampung halaman lebih awal karena lesunya perekonomian di perkotaan akibat penyebaran virus corona yang begitu masif.

Di samping itu, para perantau memilih colong start melihat munculnya wacana pelarangan mudik oleh pemerintah demi membendung penularan covid-19.

Anggota DPR RI, Putih Sari, menyoroti peristiwa migrasi besar-besaran ini di tengah wabah pandemik yang kian berkecamuk. Menurut Putih, sangat jelas imbauan pemerintah melarang masyarakat mudik adalah dalam rangka social distancing, menahan penyebaran virus covid-19 agar tidak meluas.

Terkait imbauan pemerintah yang membatasi mobilitas antar daerah, Putih menyatakan, masyarakat yang memilih mudik lebih awal juga tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Terlebih bagi mereka yang pekerja harian atau paruh waktu yang penghasilannya anjlok akibat kebijakan social distancing.

"Tetapi juga dipahami beberapa pemudik adalah mereka yang bekerja harian, atau paruh waktu yang usahanya sangat menurun drastis akibat kebijakan sosial distancing yang sudah berlaku, sementara tidak ada jaminan apa pun dari pemerintah terkait hal ini," ujar Putih kepada fajar.co.id lewat pesan singkatnya, Selasa (31/3/2020).

Sehingga bagi Putih, tidak mungkin melarang total warga yang sedang merantau untuk mudik ke kampung halamannya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...