Peneliti Gondrong Ini Klaim Temukan Obat COVID-19, Cuma 6 Hari Pasien Sembuh

  • Bagikan
A picture taken on February 26, 2020 shows French professor Didier Raoult, biologist and professor of microbiology, specialized in infectious diseases and director of IHU Mediterranee Infection Institute posing in his office in Marseille, southeastern France. - Raoult reported this week that after treating 24 patients for six days with Plaquenil, the virus had disappeared in all but a quarter of them. The research has not yet been peer reviewed or published, and Raoult had come under fire by some scientists and officials in his native France for potentially raising false hopes. (Photo by GERARD JULIEN / AFP)

FAJAR.CO.ID-- Penelitian obat Virus Corona atau COVID-19 terus dilakukan, seperti yang dilakukan peneliti di Prancis, yang dipimpin Profesor Didier Raoult dari IHU-Mediterranee Infection di Prancis.

Diberitakan Al Arabiya, Minggu 29 Maret 2020, mereka mengkombinasikan dua jenis obat yakni hydroxychloroquine dan azithromycin. Diklaim berhasil mempercepat proses penyembuhan penderita positif wabah ini. 80 pasien positif corona di negara itu bisa disembuhkan hanya dalam waktu enam hari perawatan.

Raoult dan timnya menemukan peningkatan klinis pada semua kecuali satu pasien yang meninggal. Satu pasien berusia 74 tahun masih di ICU pada saat penelitian diterbitkan.

Hydroxychloroquine adalah anti-malaria dan anti-inflamasi yang digunakan untuk mengobati gangguan auto-imun seperti lupus dan rheumatoid arthritis hanya telah dicoba dengan beberapa keberhasilan terhadap gejala coronavirus novel.

Secara regional, Bahrain adalah salah satu negara pertama yang menguji hydroxychloroquine sebagai pengobatan untuk COVID-19, setelah pertama kali menggunakan obat tersebut pada 26 Februari, dua hari setelah mendaftarkan kasus pertama virus coronavirus. (bs/eds)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan