Antisipasi Penolakan Warga, Gugus Tugas Sulsel Bakal Sentralisasi Pemakaman

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Sulsel, Mayjen TNI Andi Sumangerukka.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ditolaknya pemakaman seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di pemakaman umum menjadi perhatian khusus ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Sulsel, Mayjen TNI Andi Sumangerukka.

Andi menuturkan, pihaknya akan peradakan sentralisasi pemakaman dikarenakan adanya sebagian warga yang menolak karena takut tertular.

“Ke depan juga nanti akan ada pemusatan pemakaman. Jadi yang meninggal akan dipusatkan di pemakaman itu, sehingga diharapkan tidak ada penolakan lagi,” ungkap Andi, Rabu (1/4/2020).

Menurut Andi, saat ini penolakan dilakukan karena sebagian masyarakat tidak paham, setelah diturunkan aparat melakukan dialog baru mereka paham.

Untuk itu, Mayjen Andi berharap untuk tidak perlu mengkucilkan orang yang sudah meninggal, dikarenakan pemakaman pasti sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Ini bukan aib, jadi tidak perlu mengkucilkan orang, kalaupun jenazah sudah dimakamkan di situ, maka kita akan lakukan sterilisasi dari rumah itu, kita lakukan penyemprotan,” ujarnya.

Lebih jauh, Andi mengatakan terus melakukan edukasi demi memahamkan masyarakat, sehingga kasus penolakan tidak terulang lagi.

“Edukasipun kita lakukan secara terus menerus setiap saat, kita tidak pernah berhenti, kalau perlu sampai dengan tingkat RT/RW, sehingga betul-betul sampai di masyarakat” tutup Mayjen Andi. (ikbal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar