Dinas Kesehatan Bantaeng Semprot Antiseptik dan Disinfektan di 10 Pos Perbatasan

Rabu, 1 April 2020 18:14

Fajar.co.id, Bantaeng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng terus berupaya melakukan pencegahan wabah Covid 19 di Kabupaten berjuluk Butta Toa itu.

Sejak 27 Maret 2020 lalu, pemeriksaan kesehatan dan penyemprotan antiseptik bagi dilakukan bagi pendatang pendatang dan disinfektan kendaraan yang memasuki pintu-pintu masuk wilayah Kabupaten Bantaeng.

Hal ini tentunya dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19. Di Daerah yang dipimpin oleh Ilham Syah Azikin itu terdapat 10 lokasi pemeriksaan di perbatasan Bantaeng.

Pertama, di Jembatan Pelangi batas Kecamatan Tompobulu dan Kabupaten Bulukumba. Rest Area Pantai Marina, Kecamatan Pajukukang dan Bulukumba.

Rest Area Bonto Jai Kecamatan Bissappu dan Jeneponto. Jalan Poros Loka, Bantaeng, Kecamatan Loka dan Malakaji, Jeneponto.

Desa Bonto – Bontoa, Kecamatan Tompobulu dan Bulukumba. Desa Pattallassang dan Bulukumba, Desa Layoa dan Bulukumba. Perbatasan Kanang – kanang dan Jeneponto, Perbatasan Pangi dan Jeneponto dan Perbatasan Benrong dan Jeneponto.

Bahan yang digunakan untuk disinfektan kendaraan dan manusia sangatlah berbeda. Menurut Habibi, Kepala Seksi Alkes, Kefarmasian dan PKRT, bahan untuk disinfektan menggunakan Lysol 20 : aquadest 980 (untuk 1 liter), Wipol Cemar/Pine oil 100 ml : aquadest 900 ml (untuk 1 Liter) dan Wipol/Benzakoniun Chloride 50 ml : aquadest 950 ml air.

“Perlu diketahui perbedaan antara cairan disinfektan dan antiseptik. Cairan disinfektan merupakan zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup,” kata Habibi.

Bagikan berita ini:
10
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar