Kedatangan TKA Tiongkok ke Bintan, Polri Dinilai Gagap

Rabu, 1 April 2020 20:16

Ketua Presidium IPW Neta S Pane

Anehnya PP PSBB ini tidak mengatur pergerakan orang asing ke Indonesia, terutama kedatangan TKA asal Tiongkok. Sehingga PP PSBB ini terkesan mendiskriminasi anak bangsanya sendiri dan mengistimewakan orang asing, terutama TKA Tiongkok.

Akibatnya, jajaran kepolisian akan sering konflik dengan anak bangsanya sendiri, ketimbang menghalau TKA yang datang. Alasannya Polri harus mengamankan Maklumat Kapolri dan PP PSBB. “Jika sudah demikian pasti masyarakat tidak akan peduli dengan kebijakan PSBB Jokowi,” sambung Neta.

Tak heran pula, jika kedatangan 39 TKA Tiongkok ke Bintan, melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban pada 31 Maret 2020 kemarin lancar lancar jaya. Sebelumnya pada 28 Maret 2020, sembilan TKA Tiongkok masuk lagi ke Sulawesi Tenggara lewat jalur laut dari Bira, Sulawesi Selatan.

Padahal sebelumnya di Ketapang, Kalbar, polsek setempat mengusir TKA Tiongkok yang datang ke daerah tersebut. IPW melihat ada dualisme sikap Polri dalam menghadapi TKA Tiongkok ini.

Di satu sisi, langkah pengusiran TKA Tiongkok di Ketapang diambil jajaran kepolisian sesuai petunjuk Maklumat Kapolri dalam menyikapi situasi nasional terkait kebijakan pemerintah dalam cegah tangkal dini adanya wabah covid-19. Di sisi lain banyak kalangan kepolisian tidak berani menyikapi kedatangan TKA Tiongkok ke negeri ini.

“IPW berharap Presiden Jokowi tidak bingung dalam menghadapi wabah Corona, sehingga PP PSBB bisa bersikap tegas terhadap kedatangan TKA Tiongkok,” tandas Neta. (cuy/jpnn)

Bagikan:
5
1
9

Komentar