KKB Kali Kopi Pimpinan Joni Botak Bernyali Besar, Ini Analisis Kapolda Papua

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw

FAJAR.CO.ID, TIMIKA – Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw meyakini mayoritas anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) Kali Kopi, pimpinan Joni Botak selama ini membaur dengan warga di Kota Timika.

“Anak-anak ini memang sebagian besar ada di kota. Tidak menduga bahwa mereka akan melewati wilayah Kuala Kencana untuk melakukan kekerasan. Mereka sangat paham dengan jalur-jalur tradisional yang biasanya dilalui oleh masyarakat,” kata Irjen Waterpauw di Timika, Rabu (1/4).

Irjen Paulus mengatakan, melalui aksi penyerangan dan penembakan terhadap karyawan dan perkantoran PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kuala Kencana pada Senin (30/3) siang, maka KKB Kali Kopi yang ditengarai mendalangi kasus itu sekadar ingin memberi pesan kepada berbagai pihak bahwa mereka ada.

“Indikasinya jelas, dia mau menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka memiliki eksistensi. Tujuannya mereka hanya mau membesarkan kelompoknya saja untuk diakui. Jadi, untuk minta pengakuan. Itu yang kami sadari. Lebih dari itu tidak,” kata Irjen Waterpauw yang pernah menjabat Kapolres Mimika pada periode 2003-2005.

Kapolda kembali menegaskan bahwa KKB yang kini bermunculan di berbagai wilayah di Papua sebenarnya merupakan kumpulan orang-orang muda yang tidak memiliki pekerjaan tetap alias pengangguran dan memiliki senjata api hasil rampasan dari aparat, hasil pencurian dan lain-lain.

“Dengan memiliki senjata api, mereka mau menunjukkan bahwa inilah kami. Kami punya kemampuan dan kekuatan. Keinginan mereka hanya sebatas itu tapi mengorbankan semua orang,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar