Nilai Pro Rakyat, Rizayati: Setop Desak Jokowi Lockdown

Presiden RI Joko Widodo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Meskipun didesak banyak pihak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini tidak menerapkan kebijakan lockdown sebagai langkah memutuskan mata rantai pandemi corona di tanah air.

Langkah Jokowi ini dinilai sebagai tindakan yang pro rakyat kecil. Ketua Dewan Penasihat UMKM Rizayati mengapresiasi itu.

Menurutnya, 70 persen rakyat mencari nafkah di sektor informal, seperti tukang ojek, pedagang, kurir, pengemudi, petani, termasuk ribuam UMKM.

“Saya mengucapkan beribu terima kasih kepada presiden kita bapak Jokowi, tidak melakukan lockdown. Jika lockdown dilakukan, maka akan sangat merugikan para pelaku UMKM, pedagang, ojek, supir, petani dan lain sebagainya,” kata Rizayati kepada wartawan, Senin (30/3) kemarin

Dia mengatakan, social distanching yang ditegaskan Jokowi dirasa cukup. Dia meminta semua pihak agar tidak mendesak Jokowi melakukan lockdown.

“Stop desak Jokowi (lockdown). Patuhi imbauan pemerintah, stay di rumah atau lakukan sesuatu untuk melawan pandemi virus ini,” tegas Rizayati.

Presiden Jokowi kini telah menetapkan darurat kesehatan masyarakat. Menyus jumlah positif corona dan angka kematian di Indonesia yang terus bertambah.

“Pemerintah telah menetapkan COVID-19 sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Dan oleh karenanya pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3).

Presiden Jokowi mengaku, sudah menandatangi Keputusan Presiden tentang kedaruratan kesehatan masyarakat.

Ia juga menegaskan, opsi yang dipilih pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB). (dal/fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...