Organisasi Pers di Makassar Galang Donasi untuk Tenaga Medis

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Berangkat dari kepedulian atas minimnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, sejumlah organisasi pers di Makassar menggagas Jurnalis Peduli Kemanusiaan (JPK) untuk mengalang bantuan serta donasi untuk paramedis.

Ketersediaan APD saat ini menjadi begitu krusial di tengah masifnya jumlah pasien covid-19 di beberapa rumah sakit rujukan di Sulsel.

“Kondisi di lapangan yang kami dapati faktanya memang kekurangan APD baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit. Tenaga medis menyebut alat kelengkapan diri mereka tidak ada, sehingga pasien tidak terlayani dengan baik,” ujar Koordinator JPK, Darwin Fatir di Makassar, Rabu.

Pembentukan JPK atas nama cinta dan kemanusiaan melibatkan lintas organisasi media yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Indepanden (AJI) Makassar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel dan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel, dan Perwarta Foto Makassar, memutuskan bergerak.

Gerakan ini, akan mengumpulkan bantuan dana dan Alat Perlindungan Diri (APD) yang peruntukannya di prioritaskan untuk membantu kebutuhan APD para tenaga medis di Makassar dan Sulsel pada umumnya.

“Hari ini, kami memulai niat baik ini. Jika anda ingin ikut bergerak bersama atau ingin memberi bantuan dalam bentuk APD maupun donasi, ataupun itu hanya selembar masker, temuilah kami di Posko,” ucap insiator JPK, Abo Stenley.

Untuk posko Jurnalis Peduli Kemanusiaan di Sekretariat AJI Makassar jalan Toddopuli VII nomor 23 A Makassar. Sedangkan donasi ikut berbagi, bisa melalui rekening BNI Makassar, an. M Darwin F di nomor rekening 584667615. Sekecil apapun bantuan Anda, tentu akan sangat bermanfaat bagi para tenaga medis.

Keputusan ini sebagai langkah strategis organisasi jurnalis untuk terlibat langsung dalam pengumpulkan bantuan maupun donasi yang akan digunakan membuat APD bagi tenaga medis yang saat ini sangat membutuhkan ditengah pandemi virus korona.

Sebab, disisi lain kasus terus bertambah bukan hanya di tingkat rumah sakit rujukan dan penyangga, tapi sampai tingkatan Puskesmas. Kendala utama adalah APD sehingga mereka tidak bekerja maksimal menangani pasien karena ada resiko disitu, akibatnya pasien terkesan diabaikan.

“Kami memutuskan ikut memberi kontribusi sebisa mungkin dengan menggalang bantuan dana maupun bantuan APD untuk didistribusikan kepada yang memerlukan saat ini, karena APD ditingkat Puskesmas maupun rumah sakit sangat kekurangan,” ungkap Ketua AJI Makasar Nurdin Amir.

Sementara Ketua IJTI Sulsel Hudzaifah Kadir menambahkan, pelibatan organisasi jurnalis ini sebagai bentuk kepedulian secara serius membantu penanganan pandemi korona. Jurnalis juga memiliki kepekaan dan jaringan luas yang bisa membantu meringankan beban tenaga medis yang bekerja sebagai garda terdepan penanganan COVID-19.

“Gerakan ini sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat utamanya tenaga medis yang kesulitan APD. Jurnalis tidak hanya mengabarkan informasi tapi ikut peduli atas perkembangan yang terjadi,” tambahnya.

Saat ini bantuan donasi awal setelah pembentukan Jurnalis Peduli Kemanusiaan di terima dari dua donatur sebesar Rp1.050 juta. Sementara target pemenuhan APD bagi tenaga medis sebanyak 1.000 buah.

Rencananya, untuk jubah APD akan dijahit di Makassar guna percepatan ba . Bantuan tambahan donasi sekarang ini diperlukan untuk membantu pembuatan APD paramedis sebagai garda terdepan. (endra)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...