Penolakan Terhadap Jenazah Covid-19 Bikin Resah, Garda Nusantara: Harusnya Kita Berempati

Rabu, 1 April 2020 18:02

Ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni...

FAJAR.CO.ID — Organisasi Kedokteran dan Paramedis harus dilibatkan di garda terdepan sebagai sumber referensi ilmiah sesuai keahlian untuk memberi informasi yang benar. Itu agar semua pihak dapat terlibat memotong kontaminasi Virus Covid 19.

“Para Pengusaha, Jurnalis/Media, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemangku adat, Tokoh Pemuda dan elemen lainnya yang mempunyai kapasitas untuk membantu wajib terlibat aktif karena Virus Covid 19 adalah musuh yang nyata namun tidak kelihatan langsung,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulsel, Andi Yuslim Patawari, Rabu (1/4/2020).

Sehingga, kata Yuslim, dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk terlibat aktif sesuai kapasitas masing-masing sebagai tanggung jawab bersama.

Harus disadari bahwa Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan hambanya. Covid-19 ini adalah ujian bersama bagi kita agar sikap empati gotong royong terhadap sesama sebagai konsekwensi mahkluk sosial kita semua adalah saudara dalam kemanusiaan walaupun ada perbedaan dalam beragama.

“Bagaimana perasaan keluarga kita kalau ada yang meninggal namun ditolak pemakamannya di suatu tempat. Padahal terlibat dalam mengurus jenazah adalah fardhu kifayah dalam ajaran Islam,” kritik Yuslim.

Dia juga meminta aparat Negara TNI/Polri, ASN sebagai alat negara sebagai Pemimpin bersama untuk menjalankan SOP sesuai Protokol kesehatan. Serta, masyarakat harus terlibat memberi kontribusi dengan mengikuti anjuran pemerintah.

Komentar


VIDEO TERKINI