Sehari 800 Warga AS Meninggal, 184.000 Terinfeksi Corona

Rabu, 1 April 2020 12:00

FAJAR.CO.ID, NEW YORK – Pemerintah Amerika Serikat sedang berpacu membangun ratusan rumah sakit darurat dekat kota-kota besar, untuk mengatasi tekanan pada sistem perawatan kesehatan yang kewalahan saat Presiden Donald Trump memperkirakan situasi dua pekan mendatang akan “sangat menyakitkan”.

Korban tewas akibat corona di AS, yang dihitung Reuters, menyentuh 800 pada Selasa, tertinggi dalam sehari sejauh ini.

Hampir separuh korban tewas itu ada di negara bagian New York, pusat pandemi corona, dan Wali Kota New York Bill de Blasio minta penegakan hukum dari pemerintahan Trump.

“Inilah titik di mana kami harus siap untuk pekan depan, saat kami memperkirakan peningkatan sangat tinggi dalam jumlah kasus. Apa yang saya minta jelas, pekan lalu, yakni personel medis militer dikerahkan di sini,” de Blasio mengatakan di Pusat Tenis Nasional Billie Jean di Queens, tempat rumah sakit lapangan dibangun terburu-buru.

Pusat tenis itu digunakan untuk Kejuaraan Tenis AS Terbuka, yang dijadwal akan berlangsung 24 Agustus tahun ini.

De Blasio, dari Partai Demokrat, mengatakan dia telah meminta Gedung Putih tambahan 1.000 perawat, 300 ahli terapi pernapasan dan 150 dokter pada Minggu.

Lebih dari 3.700 orang meninggal akibat corona di AS selama wabah, melebihi korban tewas serangan 11 September 2001. Total kasus terkonfirmasi di AS jadi 184.000, naik 21.000 dari Senin.

Komentar


VIDEO TERKINI