Sempat Dianiaya, Mau Membalas, Eh… Ternyata Salah Orang

Kelompok remaja yang melakukan aksi balap liar di sekitar wilayah Bontomarannu, Kabupaten Gowa berujung penganiayaan dan dianggap salah menuduh pelaku.

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA – Kelompok remaja yang melakukan aksi balap liar di sekitar wilayah Bontomarannu, Kabupaten Gowa berujung penganiayaan dan dianggap salah menuduh pelaku.

Remaja yang berasal dari Danau Lembah Biru, mengaku dianiaya dan menuduh pelaku penganiayaan itu dilakukan oleh remaja dari Lingkungan Biringbalang.

Remaja dari Lembah Biru tidak terima, hingga mendatangi Lingkungan Biringbalang dan mencari pelaku penganiayaan terhadap salah satu temannya.

Setiba di lingkungan itu, mereka melihat seorang remaja bernama Yayan, yang baru saja pulang bermain futsal bersama teman-temannya. Di situ, Yayan pun dipukul secara ramai-ramai.

“Tuduhannya ke lingkungan kami. Dia menuduh warga di sini padahal bukan. Anak-anak di sini, 90 persen adalah anak remaja masjid. Tidak mungkin anak di sini melakukan itu,” kata Kepala Lingkungan Biringbalang, Mansur, Rabu (1/4/2020).

Setelah Yayan dianiaya dan diberi pengobatan medis, keluarga dan warga berjumlah sekitar 50 orang berkerumun di lingkungan tersebut.

Mereka siaga untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan dari remaja danau tersebut. Kata Mansur, usai penganiayaan itu terjadi, Binmas dan Babinsa datang untuk membubarkan massa.

“Sudah datang aparat, mereka tidak mau bubar. Mereka memang cari pelaku penganiayaan di sini,” tambahnya.

Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, 29 Maret 2020 lalu. Namun hingga kini mereka masih waspada. Sementara korban penganiayaan, Yayan masih trauma atas pengeroyokan terhadap dirinya.

Sementara aparat kepolisian dari Polres Gowa, masih menyelidiki kasus itu. Pihaknya pun menghimbau warga untuk tidak berkerumun, untuk menghindari penyebaran virus corona. (Agus)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...