Terkatung-katung di Laut karena Corona, Penumpang Kapal Pesiar MS Zaandam Sekarat

Kapal Zaandam dan Roterdam lepas jangkar di perairan Pasifik. Mereka dilarang merapat ke Florida karena beberapa penumpangnya terinfeksi corona. Foto: Southland Suns

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON– Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak para pejabat Florida membuka pelabuhan Pantai Atlantik, bagi kapal pesiar Belanda yang berdiam di laut dengan penumpang yang terinfeksi corona. Trump juga mendesak agar gubernur Florida mencabut larangannya.

Trump dalam pengarahannya di Gedung Putih mengatakan dia akan menghubungi Gubernur Florida Ron DeSantis. Trump akan meminta Florida mengizinkan kapal MS Zaandam untuk merapat ke pelabuhan Florida untuk mendapatkan pertolongan.

“Mereka sekarat di atas kapal. Saya akan melakukan apa yang benar, tak cuma untuk kami, tapi untuk kemanusiaan,” tandas Trump.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan tanggapannya pada Februari terhadap kapal pesiar lain, The Grand Princess. Trump dengan tegas menolak kedatangan Th Grand Princess dan meminta agar kapal tersebut harus tetap dan dilarang masuk ke pelabuhan di California.

Dua penumpang Kapal Zaandam meminta pertolongan untuk dievakuasi. Foto: Archyde
Kapal MS Zaandam adalah kapal milik perusahaan Holland America. Kapal mewah itu saat ini terkatung-katung di lepas pantai Pasifik bagian Amerika Tengah setelah mengumumkan bahwa beberapa penumpangnya terinfeksi corona. Bahkan empat di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Kapal tersebut sempat diizinkan berlayar lewat Terusan Panama menuju Karibia pada Minggu.

Pada Senin, 76 penumpang dan 117 anggota kru Zaandam menunjukkan gejala mirip flu, termasuk delapan orang yang terinfeksi corona.

Hampir dua pertiga penumpang, mereka yang lolos pemeriksaan medis, dipindahkan ke kapal lain yang seperusahaan Zaandam, Roterdam, sebelum transit di terusan itu. Kini keduanya bergerak menuju Pelabuhan Everglades di Fort Lauderdale, Florida.

Zaandam mengangkut hampir 1.050 penumpang dan awak kapal. Sementara Rotterdam lebih banyak lagi, yaitu 1450 penumpang. Tapi, belum pasti siapa yang akan diizinkan turun di Florida, negara bagian yang diselimuti keprihatinan atas penyebaran corona meningkat.

“Kami tak sanggup memberikan tempat bagi orang-orang yang bahkan bukan warga Florida menumpuk di Florida Selatan untuk menghabiskan sumber daya yang berharga,” terang Gubernur Florida Ron DeSantis kepada Fox News pada Senin.

Di laman Holland America, Orlando Ashford, Presiden Carniva Corp yang merajai bisnis kapal pesiar dunia mendesak otoritas Florida untuk memperlihatkan belas kasih.

“Kita sedang berurusan dengan sindrom ‘bukan masalahku’,” katanya. “Komunitas internasional, secara konsisten murah hati dan suka menolong di hadapan derita manusia, bukalah diri untuk Zaandam,” katanya. (wsa/fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...