Aksi Penolakan Jenazah Berujung Ricuh, Empat Orang Digiring Aparat

Kamis, 2 April 2020 17:15

Juru Bicara Aksi, Daeng Nyomba (baju batik) saat diamankan oleh aparat gabungan karena dianggap provokator dalam aksi te...

FAJAR.CO.ID, GOWA — Aksi penolakan pemakaman terduga jenazah covid-19 di Kabupaten Gowa berakhir ricuh.

Aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP terlibat adu mulut yang kemudian berujung saling tarik menarik dengan massa yang terus menolak pemakaman tersebut.

Massa yang terdiri dari pria dan wanita terpaksa digiring oleh petugas masuk ke mobil tahanan. Mereka dianggap sebagai provokator dalam aksi tersebut.

“Kamu ikut ke mobil tahanan. Ini yang baju hitam ini provokator yang paling banyak bicaranya,” teriak polisi saat menggiring pemuda tersebut.

Salah satu perempuan yang mengenakan mukena warna merah muda pun digiring oleh polisi, TNI, dan Satpol PP menuju ke mobil tahanan polisi. Selanjutnya akan diproses.

Alhasil, sekitar empat massa diamankan oleh aparat dan telah dibawa ke Mapolres Gowa. Mereka diamankan karena dianggap provokator yang memicu aksi kericuhan di lokasi.

Pantauan fajar.co.id di lokasi, puluhan anggota TNI yang lain pun datang bersamaan menggunakan sepeda motor dinasnya.

Namun tetap saja massa masih berada di lokasi aksi. Mereka berdiri jauh dari lahan milik Pemprov Sulsel tersebut. Di mana sebelumnya diblokir dan mereka menolak pemakaman jenazah virus corona di lahan seluas 1,4 hektare tersebut. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
1
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar