Biar Muda, Jahe Merah Tetap Diburu Warga

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Akhir-akhir ini, wabah corona yang menggerogoti masyarakat khususnya Kota Makassar masih menghantui. Upaya pencegahan covid-19 salah satunya dengan mengonsumsi rempah khas Indonesia di antaranya jahe, temulawak, dan kunyit.

Dari pantauan fajar.co.id, semenjak wabah covid-19 merebak, harga jahe merah di pasaran melonjak drastis. Berkisar Rp100.000 per kilo dari harga awal Rp50.000 per kilo. Jahe putih mengalami penurunan dari Rp70.000 turun menjadi Rp50.000 per kilo, kemudian kunyit dan temulawak mengalami hal yang sama yaitu terjadi penurunan harga, yang awalnya dijual Rp15.000 turun menjadi Rp12.000 per kilo.

Masyita, salah seorang pedagang di Pasar Terong mengaku meskipun harga rempah berangsur menurun, namun pelanggannya banyak yang membeli jahe dalam keadaan masih muda.

“Karena orang butuhmi toh makanya biar muda dia beliji, orang juga yang panen, biar belum tua sudah dipanen mi karena banyak orang butuh,” ucapnya pada fajar.co.id, Kamis, (2/3/2020).

“Sekarang memang sudah banyakmi barang (jahe putih dan jahe merah), tidak kayak awal corona toh yang langsung langka. Makanya masih agak mahal apalagi jahe merah cuma kalau jahe putih, kunyit sama temulawak mulaimi turun harganya,” lanjutnya.

Selain itu, menjelang Ramadan bisa jadi pelonjakan harga pada bahan rempah akan naik secara signifikan, jika pemasukan barang dari daerah sedikit.

“Iya bisa jadi, tergantung ji sebenarnya kalau misalnya barang dari daerah sedikit pasti harganya naik tapi biar banyak peminat dan barang dari daerah lancar ji pasti tidak naik ji harga harganya,” tutupnya. (anti/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...