Didenda Rp17 Juta karena Keluyuran di Tengah Wabah Corona

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, NEWCASTLE—Seorang wanita harus membayar denda sekitar Rp17 juta akibat dianggap keluyuran di tengah wabah virus corona. Wanita asal Inggris itu didenda 850 poundsterling karena tidak memiliki alasan yang cukup penting saat pergi dengan kereta api di tengah lockdown.

Marie Dinou, 41, tidak bisa memberi tahu polisi mengapa dia bepergian atau mengapa perjalanannya dianggap penting ketika diinterogasi di stasiun kereta api. Ia menjadi orang pertama yang ditangkap dan didenda di kereta api berdasarkan aturan Coronavirus baru.

Dia dilaporkan ke polisi oleh staf kereta api karena berkeliaran di antara anjungan di stasiun Newcastle Central sekitar pukul 8 pagi pada hari Sabtu lalu. Polisi mendekati Dinou dan berbicara dengannya untuk mencoba dan mencari tahu mengapa dia perlu bepergian.

Tetapi, dia menolak untuk menjelaskan alasan dirinya naik kereta. Dia pun ditangkap. Asisten Kepala Polisi Sean O’Callaghan mengatakan jumlah denda juga meliputi tiket. Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum apa pun berdasarkan peraturan yang baru benar-benar merupakan upaya terakhir, terutama penangkapan.

 “Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami lebih suka tidak harus mengambil tindakan seperti itu. Kami sangat berharap masyarakat untuk melakukan hal yang benar dan membantu kami menyelamatkan nyawa dengan tinggal di rumah dan memperlambat penyebaran virus,” katanya dikutip dari Metro.

Dinou, dari York, ditangkap dan muncul di Pengadilan North Tyneside Magistrates pada hari Senin waktu setempat. Dia diberi denda 650 poundsterling karena tidak mematuhi aturan terkait Coronavirus, serta denda 85 poundsterling untuk penipuan tiket dan biaya 80 poundsterling. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...