DPRD Makassar Minta Dilibatkan dalam Pendistribusian Bantuan Tanggap Darurat

Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali meminta pemerintah Kota Makassar untuk melibatkan 50 anggota dewan dalam penanganan Covid-19 di Makassar.

Usulan tersebut dinyatakan dalam dalam rapat terbatas pimpinan DPRD, para Ketua Komisi dan Fraksi, serta Sekwan dan jajarannya, di ruang rapat Ketua DPRD Makassar, Rabu (01/04/2020).

DPRD Makassar menilai penanggulangan virus corona baik itu pencegahan maupun penanganan harus lebih serius lagi.

Pasalnya, bukan pekerjaan mudah untuk menangkal virus pandemik ini. Terlebih ancamannya begitu nyata dan terbukti telah menelan banyak nyawa.

“Kami meminta pemerintah kota untuk melibatkan 50 anggota dewan dalam penanganan covid-19,” kata Adi Rasyid Ali.

Dalam waktu dekat, kata ARA, pihaknya akan mengundang Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan instansi terkait, dinas kesehatan, dinas sosial, badan penanggulangan bencana, untuk membahas pergeseran dan pemanfaatan biaya tak terduga beserta dana tanggap darurat.

Disamping itu, Pimpinan DPRD juga menunjuk Ketua Komisi D Wahab Tahir menjadi ujung tombak informasi terkait perkembangan covid-19 karena instansi yang terkait dalam penanganan covid-19 adalah mitra Komisi D.

Dalam keterangannya, Wahab Tahir merincikan diikutsertakannya legislatif dalam penanganan Corona. Menurutnya, DPRD yang salah satu tugasnya adalah pengawasan, meminta kepada Pemkot untuk dilibatkan pada saat proses pendistribusian bantuan tanggap darurat.

Misalnya pendistribusian Alat Pelengkap Diri (APD) untuk tenaga medis, alat Rapid test untuk ODP dan PDP, lalu penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak Corona.

“Kami minta pada saat pendistribusian bantuan tanggap darurat kita turut dilibatkan. Demi memastikan bantuan tepat sasaran,” jelas Wahab. (Endra/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...