Fakultas Teknik Unhas Hadirkan Smart Chamber Disinfektan Sesuai Standar Kesehatan

Smart Chamber Disinfektan di Unhas

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sebagai langkah membantu pemerintah dan masyarakat dalam upaya mencegah meluasnya sebaran virus Covid-19, Fakultas Teknik (FT) Universitas Hasanuddin mengembangkan alat sterilisasi berupa Smart Chamber Disinfektan. Instrumen ini diyakini dapat membersihkan mikroorganisme baik bakteri maupun virus yang melekat pada tubuh manusia, dan memiliki standar kesehatan yang lebih baik.

Seperangkat alat ini telah diserahkan kepada Universitas Hasanuddin untuk digunakan pada Rumah Sakit (RS) Unhas yang saat ini menjadi salah satu RS rujukan Covid-19. Prosesi penyerahan alat berlangsung di pelataran Gedung Rektorat Unhas, Rabu (1/4), yang diserahkan langsung oleh Dekan FT Unhas, Prof Muhammad Arsyad. Instrumen ini diterima oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur, Prof Sumbangan Baja yang mewakili Rektor Unhas.

Muhamad Arsyad, menjelaskan bahwa alat ini merupakan inisiatif FT Unhas untuk menindaklanjuti seruan Plt. Dirjen Dikti dan Rektor Unhas, agar dalam situasi ini seluruh unsur sivitas akademika ikut terlibat dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19.

“Tujuan jangka pendek adalah untuk membunuh virus yang melekat di kulit, baju, dan permukaan benda lainnya di badan kita. Adapun tujuan jangka panjang akan dikembangkan menjadi chamber berbasis IT untuk rumah sakit pusat infeksi,” jelas Arsyad.

Lebih lanjut, Arsyad menambahkan bahwa produk chamber FT Unhas memiliki keunggulan dimana hasil semprotan lebih efektif dan efisien dengan menggunakan splinker semprotan yang mampu menjangkau bagian tubuh luar, serta semprotan yang lebih halus sekaligus hemat dalam penggunaan cairan disinfektan.

“Sementara ini kita produksi terbatas untuk internal Unhas, beberapa rumah sakit dan pasar tradisional. Langkah berikutnya akan kami kerja samakan dengan industri agar bisa di produksi secara massal,” tambah Arsyad.

Smart Chamber Disinfektan karya FT Unhas ini menggunakan kompressor listrik, pipa besi, selang kecil, nozel/splinker, besi hollow, kabel dan plastik. Mekanisme kerjanya adalah pengguna masuk ke bilik dan secara otomatis sistem akan bekerja melakukan penyemprotan dengan splinker berputar dan secara akan berhenti jika pengguna keluar dari bilik penyemprotan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur Unhas, menyambut baik produksi FT Unhas ini. Beliau berharap inovasi ini dapat berlanjut, meskipun nanti wabah Covid-19 telah selesai.

“Saya berharap, inovasinya terus dikembangkan. Karena alat seperti ini tetap dibutuhkan terutama di Rumah Sakit yang melayani pasien infeksi,” kata Prof. Sumbangan.

Cairan disinfektan yang digunakan oleh alat ini akan disesuaikan dengan standar kesehatan. Untuk itu, Universitas Hasanuddin akan meminta RS Unhas agar dalam pengoperasian alat ini nantinya menggunakan disinfektan yang terukur, sehingga aman bagi manusia. (*/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...