Hati-hati, Perppu Corona Bisa Dimanfaatkan Pembobol Dana Negara

Kamis, 2 April 2020 09:01

Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di area ruang rapat Paripurna I, Gedung Nusantara, Senayan. Meskipun beberapa...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengatakan, penerapan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 dalam rangka menangani virus corona, perlu diwaspadai karena memiliki celah yang bisa dimanfaatkan penumpang gelap untuk merampok uang negara, tanpa bisa dijerat hukum.

“Perppu ini perlu diwaspadai karena pada Pasal 27 ayat 1, 2, dan 3 bisa dimanfaatkan oleh penumpang gelap untuk membobol uang negara tanpa bisa dijerat oleh hukum,” kata legislator yang beken disapa Hergun tersebut, kepada jpnn.com, Rabu (1/4) malam.

Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan, terbit pada 31 Maret 2020.

Pada Pasal 27 Ayat 1 Perppu ini dijelaskan bahwa segala uang yang dikeluarkan adalah biaya ekonomi bukan kerugian negara. Kemudian Ayat 2 menyatakan semua pejabat keuangan memiliki kekebalan hukum.

Sementara Ayat 3 menyebut semua kebijakan keuangan yang dikeluarkan berdasarkan Perppu No.1/2020 bukan merupakan obyek gugatan di PTUN.

Perppu ini juga menyiapkan stimulus mencapai Rp405,1 triliun. Dari angka itu, Rp75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp110 triliun untuk Social Safety Net, Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR, serta Rp150 Triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

Komentar


VIDEO TERKINI