Imbau Warga Tak Menolak Jenazah Covid-19 Dimakamkan, KNPI: Itu Mati Syahid

Kamis, 2 April 2020 19:59

KNPI Sulsel

Selain itu, lanjutnya, Nabi Muhammad SAW menambahkan orang yang wafat ketika berjemaah Salat Isya dan Subuh juga dalam kondisi syahid.

“Namun tidak termasuk mati syahid jika sengaja ingin mati dalam wabah penyakit tersebut. Ini artinya kita harus ikhtiar dengan sungguh-sungguh dan mentaati aturan dari ulama dan pemerintah yang otoritatif tentang masalah ini,” katanya.

Karena itu, dia meminta semua elemen bangsa untuk memberi penjelasan yang intens pada masyarakat tentang proses pemakaman jenazah pasien Covid-19.

“MUI pusat sudah keluarkan fatwa dengan detil tanggal 16 Maret 2020, termasuk prosesi penanganan jenazah sampai pemakamannya. Terjadinya penolakan tersebut akibat kurangnya komunikasi dan informasi pada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, persoalan tersebut terjadi karena pemerintah setempat tidak turun tangan. Masalah iitu seharusnya sudah dapat dihindari oleh seluruh pemangku kebijakan atau pemerintah setempat sehingga pemakaman pasien Covid-19 tidak menemui kendala berarti.

Bagi dia, terjadinya penolakan jenazah suspect virus corona oleh masyarakat dimungkinkan, tidak dilakukan prosedur tepat penanganan protap jenazah pasien corona. Seharusnya, ucap dia, seluruh elemen pemerintah dari mulai pemerintah desa sampai dengan pemerintah pusat mengendalikan situasi agar tidak memunculkan penolakan.

“Ya kalau itu jenazah suspect corona memang ada protapnya, pemerintah harus mengikuti protap itu terutama pemda. Misalnya penguburannya harus diawasi ketat pihak kepolisian,” tutupnya. (fit)

Komentar