Jual Mobil demi Bantu Warga Beli Masker

DERMAWAN. Rachmat Pan membagikan masker gratis kepada salah seorang warga Parepare, Rabu, 1 April 2020.

Tak sedikit orang dibuat kaget oleh pengusaha satu ini. Caranya unik dan menuai perhatian.

Laporan: SUARDI

FAJAR.CO.ID, PAEPARE — BANYAK yang bertanya-tanya, kenapa Rachmat Pan nekat banget menjual mobil hanya untuk membeli alat pelindung diri (APD) dan dibagikan begitu saja? Gratis pula.

Pria kelahiran Parepare, 25 Desember 1985 ini sudah menjual mobilnya. Mereknya, Mitsubishi Strada L200, double cabin, keluaran 2006. Dijual murah dan baru dipanjar pula oleh pembelinya.

Pembelinya ini seorang pasutri, namanya Aci dan Andi Bunga. Warga Tanru Tedong, Sidrap. Mereka membelinya seharga Rp75 juta. Untuk harga normal, pasarannya masih di atas Rp100 juta.

Rachmat mengatakan, yang penting ada dulu karena sudah ada orang yang bersungguh-sungguh mau membelinya. Panjar Rp25 juta sebagai tanda jadi sudah bisa membeli masker, alkohol, hingga hand sanitizer.

“Ini sudah janji saya. Kapan lagi saya bisa memberikan apa yang saya punya saat ini untuk orang banyak. Apalagi, ini persoalan nyawa,” kata Rachmat saat dijumpai di rumahnya di Parepare, Rabu, 1 April.

Tak mau dibilang kerja setengah-setengah, Rachmat turun langsung membagikan APD yang jauh hari dipesan dan kini sudah tiba dirumahnya itu. Hasil dari jual mobilnya itu.

Ada masker Sensi dan masker N95, juga alkohol dua jerigen. Jumlahnya masih sedikit, baru sekitar 125 paket. Pasokan tambahan sementara dipesan lagi.

APD itu dibagikan di Lapangan Andi Makkasau. Mulai tukang becak, polisi, hingga warga lain yang kebetulan berjualan di sekitar lapangan. Selebihnya, ada yang dibagi-bagikan pula ketetangganya dan sejumlah tempat di Parepare.

Terkhusus untuk 2 jerigen alkohol, disumbangkan ke RSUD Andi Makkasau Parepare, ditambah 20 buah masker N95. Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, Renny Anggraeny Sari bahkan yang langsung menerimanya, Selasa, 31 Maret.

“Ini murni panggilan hati nurani saya. Semoga melalui ini, bisa menyelamatkan nyawa orang,” harapnya.

Bila ditaksir, sejauh ini mungkin sudah 25-30 juta semua yang sudah keluar dari kantong pribadi Racmat. Murni dari uang pribadinya. Awalnya, ia dituding PHP (pemberi harapan palsu), namun kemudian ia mengabaikan tanggapan miring itu.

“Asli, saya sangat dongkol, loh, Pak. Tetapi, saya ikhlas kok. Maklumi saja. Mungkin, orangnya memang begitu. Semoga tercerahkanlah,” katanya.

Dahulu, sebelum terjun ke usaha Teripang, Rachmat ini pernah jadi seorang buruh. Kerja serabutan. Malah, pernah jadi seorang kernet mobil dan tukang batu di Balikpapan dan Samarinda. Lalu, pindah ke Kendari, dan sejak 2019 kembali ke Parepare membikin CV. (*/abg-zuk)

DERMAWAN. Rachmat Pan membagikan masker gratis kepada salah seorang warga Parepare, Rabu, 1 April.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...