Klub Krisis, Barter Pemain Jadi Pilihan

Ilustrasi. (Foto: IST)

BARCELONA, FAJAR—Klub mengalami krisis keuangan akibat wabah virus corona. Tapi, situasi sulit ini tak membuat upaya transfer pemain berhenti. Barter pemain kini menjadi opsi klub.

DENGAN harga pemain yang melonjak drastis tiga musim terakhir, menggunakan uang tunai untuk belanja di bursa transfer memang cukup berat. Itu karena klub saat ini hampir tidak punya pemasukan.

Karena itu, barter atau setidaknya penyertaan pemain dalam transfer besar paling realistis dilakukan musim panas mendatang. Dan itu sudah mulai dipikirkan klub besar seperti Barcelona yang saat ini dikait-kaitkan dengan beberapa bintang top.

Raksasa Catalan sebagaimana laporan media Spanyol membidik nama-nama besar seperti Neymar dan Lautaro Martinez. Kedua penyerang ini diketahui berharga di atas satu triliun. Dalam kondisi saat ini, Barca jelas kesulitan menebus mereka dari PSG dan Inter Milan.

“Kami memperkirakan bahwa uang di pasar transfer kali ini akan jauh lebih sedikit karena pandemi (virus corona), tetapi masih akan ada banyak gerakan dan saya memprediksi kesepakatan pertukaran pemain,” kata Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu di Diario Sport dikutip dari Football Espana.

Menurut Bartomeu, Direktur Olahraga Klub, Eric Abidal bersama asistennya Ramon Planes saat ini sedang mengerjakan rencana transfer mereka. Dan itu akan mereka selesaikan pada musim panas mendatang.

“Abidal dan Planes sedang membangun skuat untuk musim depan yang dapat bersaing untuk segalanya. Saya tidak ingin membahas nama, tetapi kami akan berada dalam posisi untuk melakukan transfer untuk pemain yang ingin kami tandatangani,” jelas Bartomeu.

Barca awal pekan ini sudah mengumumkan pemotongan upah hingga 70 persen kepada seluruh pemainnya. Namun, Bartomeu memastikan mereka akan memiliki modal yang cukup untuk belanja. Alasannya, keuntungan besar klub saat ini bisa membantu mereka menghadapi situasi sulit.

“Kami adalah klub dengan keuntungan terbesar di sepak bola dunia dan kami bisa merekrut pemain yang kami inginkan di klub ini. Klub tidak dalam bahaya. Kami memiliki sumber pendapatan lain selain dari penjualan tiket dan hak TV, karena kami memiliki sekolah sepakbola dan museum klub,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa keadaan darurat saat ini lebih memengaruhi Blaugrana ketimbang klub lain. Akan tetapi itu, mereka juga bisa bereaksi lebih cepat untuk menghasilkan uang ketika pandemi COVID-19 ini sudah selesai.

“Pada bulan Februari kami melampaui proyeksi ambisius kami dalam menghasilkan uang, karena kami terus menjadi klub sepakbola berpenghasilan tertinggi di dunia. Jadi sekarang ini adalah tentang bagaimana kami bereaksi,” tandasnya.

Tak hanya Barca, raksasa Inggris, Manchester United juga sudah mempertimbangkan opsi barter untuk menyusun kekuatan mereka musim depan. Menurut laporan Daily Star, United akan mengizinkan Paul Pogba bergabung dengan Juventus musim panas ini dengan syarat  bek muda Si Nyonya Tua, Matthijs de Ligt bergerak ke arah sebaliknya.

Dengan de Ligt dihargai sekitar 85 juta poundsterling, Juventus kemungkinan perlu membayar tambahan sekitar 20-30 juta poundsterling untuk mendapatkan Pogba kembali. Seperti diketahui, musim panas tahun lalu, MU memasang harga 120 juta poundsterling untuk sang gelandang.

Langkah ini harus dilakukan sebab Pogba yang kini berusia 27 tahun diklaim akan berusaha pindah klub, musim panas mendatang. Keinginan itu berkali-kali sudah disampaikan agen Pogba, Mino Raiola.

Tawaran MU ini tentu akan dipertimbangkan Juventus yang juga terimbas COVID-19. Apalagi, Bianconeri memang sangat mengharapkan Pogba kembali ke Turin. De Ligt juga mungkin bisa dibujuk. Setelah kapten Giorgio Chiellini mulai bermain dan bek asal Turki, Merih Demiral akan segera pulih, kesempatan bermainnya jelas semakin kecil di Turin. (amr)

Komentar

Loading...