Obat Alternatif untuk Pasien Corona, Menkes: Disarankan Menggunakan Tamiflu

Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, mengungkapkan saat ini belum ada vaksin untuk virus Korona tersebut. Sehingga saat perawatan di rumah sakit dokter memberikan tamiflu kepada pasien yang terpapar Korona. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menggelar rapat kerja dengan Komisi IX DPR. Rapat itu dilakukan secara virtual untuk membahas mengenai pandemi Korona atau Covid-19 di tanah air.

Dalam pemaparannya, Terawan mengungkapkan, saat ini belum ada vaksin untuk virus Korona tersebut. Sehingga saat perawatan di rumah sakit dokter memberikan tamiflu kepada pasien yang terpapar Korona.

Adapun tamiflu adalah obat untuk menyembuhkan flu yang disebabkan oleh virus influenza. Cara kerja tamiflu untuk menyembuhkan flu langsung ke sumbernya dengan menyerang virus penyebab flu.

“Berdasarkan rekomendasi dan protokol dari perhimpunan dokter paru Indonesia disarankan menggunakan tamiflu,” ungkap Terawan dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis (2/4).

Terawan juga mengatakan, Indonesia kini sudah membuat obat tamiflu tersebut. Bahan baku obat tersebut juga telah didapatkan pemerintah. Sehingga bisa memproduksi sekira 1 juta tablet.

“Sehingga kita bisa dapatkan 1 juta tablet dalam seminggu dan dua minggu mendatang,” tuturnya.

Selain itu, T‎erawan juga menjelaskan soal langkah pemerintah yang sudah menyiapkan dokter spesialis untuk menangani virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. Jumlahnya sebanyak 40.320 dokter tersebar di 2.877 rumah sakit.

“Saat ini terdapat 40.320‎ dokter spesialis yang tersebar di 2,877 rumah sakit. Baik rumah sakit milik pemerintah maupun swasta. Itu semua tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Terawan, sebanyak 132 rumah sakit ‎di seluruh Indonesia juga telah siap semuanya termasuk tempat tidurnya. Sehingga nantinya masyarakat bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.

“Kesediaan tempat tidur telah disiapkan 40.829 tempat tidur,” ungkapnya.

Selanjutnya alat kesehatan ventilator yang sudah disiapkan oleh pemerintah baik itu di rumah sakit milik pemerintah ataupun milik swasta. Sehingga siap dalam menghadapi pendemi Korona ini.

“Jumlah ventilator sebanyak 8.413. Itu tersedia di 2.867 rumah sakit di seluruh Indonesia,” katanya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...