Penutupan Toko Ditiadakan, Tetapi Polisi Ditugaskan Bubarkan Kerumunan

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pandemi corona yang melanda Kota Makassar, mengakibatkan pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk tidak berkumpul dalam jumlah banyak.

Hal itu membuat banyak toko di Kota Makassar harus tutup. Namun, tidak sedikit pula toko yang masih ada dan dibiarkan melayani pembeli, tentunya hal tersebut bisa menjadi pemicu penyebaran covid-19. Ditambah jika toko tersebut memiliki banyak pembeli sehingga menambah keramaian.

“Tidak ada penutupan toko apalagi toko sembako dan obat. Kita cuma akan menindak berkumpulnya orang-orang dan membatasi untuk tidak pulang mudik,” ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo, kepada fajar.co.id, Kamis (2/4/2020).

Ia membeberkan, pihak kepolisian akan selalu memantau tempat tempat yang menjadi pemicu keramaian. “Kita bubarkan,” tegasnya.

Dia mengaku, penindakan berupa pembubaran pada masyarakat cukup efektif, mengingat masyarakat memahami risiko dari wabah tersebut.

“Sampai sekarang masih efektif karena masyarakat kita juga sudah cukup memahami risiko yang dihadapi,” ungkapnya.

Selain itu, terkait imbauan agar masyarakat tidak pulang kampung di situasi saat ini, Kombes Ibrahim Tompo mengaku akan membicarakan secara teknis dengan stakeholder yang berwenang. (anti/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...