Setelah Makassar, Kini Warga Gowa Ikut Tolak Pemakaman Jenazah Corona

Polisi membersihkan akses masuk ke lokasi pemakaman. (ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, GOWA- Setelah di Kota Makassar, kali ini penolakan memakamkan jenazah akibat virus corona (Covid-19) terjadi di Kabupaten Gowa.

Puluhan massa yang berada di Jalan Maccanda, Kecamatan Somba Opu, menolak menerima jenazah yang akan dimakamkan di lahan yang telah disediakan Pemprov Sulsel.

Massa membakar ban bekas, dan meneriakkan penolakannya terhadap aparat kepolisian dan TNI. Mereka juga menutup lahan milik Pemprov Sulsel, yang dijadikan sebagai lokasi pemakaman jenazah tersebut.

“Ambil alat (tutup lahan). Kami tolak makamkan jenazah itu di lahan ini. Sekalipun milik Pemprov Sulsel,” kata Juru Bicara Aksi, Daeng Nyomba di lokasi, Kamis (2/4/2020).

Massa beberapa kali berteriak di depan semua aparat yang berjaga-jaga. Pintu masuk ke lahan milik Pemprov itu pun dipalang oleh massa.

“Kalau di sini dimakamkan, akan berdampak ke warga lain. Biarpun dikubur, virusnya masih menyebar,” teriak Daeng Nyomba.

Penolakan serupa juga pernah terjadi di Pemakaman Kristen Pannara, Kota Makassar, pada Selasa (31/3/2020) kemarin.

Satu unit mobil ambulans warna abu-abu datang ke pemakaman itu, yang terletak di jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Ambulans berplat hitam itu membawa satu jenazah yang meninggal dunia karena terjangkit covid-19. Mobil dan keluarga jenazah pun dicegat masuk oleh empat warga bermasker tadi.

Informasi yang didapat di lokasi, jenazah itu berangkat dari RSUP Wahidin Sudirohusodo menuju pemakaman itu, untuk dikebumikan. Namun warga di sana menolak keras. (ishak/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...