Teriak “Saya tak Peduli Corona” Didenda Rp28 Juta, Hakim: Kau Idiot!

Ilustrasi sidang/DOK

FAJAR.CO.ID, GUERNSEY—Seorang pria yang mengancam akan membunuh tetangganya karena mencoba membubarkan pesta minuman keras di flatnya selama lockdown akibat virus corona didenda 1.400 poundsterling atau sekitar Rp28,8 juta. Selain denda, ia juga dianggap idiot oleh hakim.

Janis Zalitis, 29, marah ketika tetangganya mengatakan akan memanggil polisi jika tidak menyuruh tamunya pulang. Alasannya, mereka harus mematuhi aturan jarak sosial yang sudah diberlakukan pemerintah.

Ia kemudian menyerbu keluar dari apartemennya di Guernsey dan mulai menggedor pintu korbannya dan memaksanya ke luar sambil berteriak-teriak, “Saya tidak peduli dengan coronavirus.”

Mengomentari teriakannya itu, Hakim Graeme McKerrell mengatakan Zalitis benar-benar idiot jika dia sungguh melakukan itu. “Jika itu benar dan benar bukan hanya sesuatu yang dikatakan dalam minuman, maka sejujurnya kau idiot,” tegasnya.

Zalitis, dari St Peter Port, Guernsey, mengakui perbuatannya dan didenda 1.200 poundsterling. Dia juga diperintahkan untuk membayar 200 poundsterling sehubungan kasus sebelumnya dimana ia kedapatan mabuk di tempat umum.

Pengadilan Guernsey Magistrates mendengar bahwa tetangga itu, yang tinggal di sebuah flat di gedung yang sama dengan Zalitis, mengira itu terdengar seolah-olah ada beberapa orang di kamarnya. Makanya, ia menyelipkan catatan ke dalam dan mengatakan mereka harus pergi.

Ketika polisi tiba, mereka menemukan Zalitis yang mabuk di dalam bersama lelaki lain yang tinggal di gedung itu. Jaksa Penuntut Chris Dunford mengatakan tetangga itu ketakutan dengan ancaman itu, tetapi Zalitis kemudian mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak bermaksud melakukannya.

Hakim McKerrell mengatakan kepada Zalitis bahwa dia tidak yakin dengan permintaan maaf itu. Dia berkata: “Saya berusaha untuk menerima bahwa Anda benar-benar memahami keseriusan, bukan hanya situasi Anda, tetapi juga bahaya yang ditimbulkan oleh komentar bodoh Anda, karena jika itu yang Anda yakini maka Anda menimbulkan risiko nyata bagi masyarakat.”

Pengacara, Samuel Steel mengatakan, Zalitis kesal setelah kehilangan pekerjaan barunya di sebuah restoran yang ditutup karena wabah. Dia mengklaim dia salah mengartikan pesan yang mengatakan ‘semua orang’ harus pergi sebagai ultimatum untuk mengosongkan ruangan sepenuhnya.

Tetapi hakim menolak alasan tersebut. Majikan Zalitis menurut laporan di Metro telah mengatakan pekerjaan tetap terbuka untuknya dan bahkan menawarkan untuk memberinya uang untuk membayar sewa dan mendapatkan beberapa kebutuhan pokok. Hakim McKerrell juga menambahkan bahwa korban benar untuk menghubungi polisi dan harus diberi selamat.  (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...