Tim Medis Puskesmas Tamansari Dikagetkan Kiriman Jenazah dari Jakarta

ISTIMEWA MENINGGAL DI JAKARTA. Jenazah pemuda asal Tamansari sempat tertahan di luar Puskesmas, Selasa (31/1). Pemuda tersebut meninggal di Jakarta.

FAJAR.CO.ID, TAMANSARI – Tim medis Puskesmas Tamansari dikagetkan dengan datangnya jenazah dari Jakarta, Selasa dini hari (31/3). Jenazah tersebut dibawa ambulans bukan dari instansi kesehatan.

Kapolsek tamansari Iptu Nurrozi menyebutkan anggotanya mendapat laporan datangnya jenazah dari Jakarta ke Puskesmas Tamansari. Setelah dicek, jenazah itu adalah pemuda asal Kecamatan Tamansari.
Pemuda tersebut meninggal di Jakarta. “Dini hari sekitar jam 02.00 atau jam 03.00 datangnya (jenazah tersebut, Red),” ungkapnya kepada Radar, Selasa (31/3).

Jenazah itu sebelumnya hendak dibawa ke rumah keluarganya di Kecamatan Tamansari. Namun, kata Kapolsek, mendapat penolakan dari warga sekitar. Warga khawatir pemuda tersebut meninggal karena tertular virus Corona di Jakarta. “Maka dari itu jenazah dibawa ke puskesmas,” ujarnya.

Petugas Puskesmas Tamansari yang tidak mendapat informasi sebelumnya soal jenazah itu, kata Kapolsek, sontak kaget. Jenazah pun sementara tertahan di ambulans dan tidak dimasukkan ke puskesmas.

“Karena tidak ada rekam medis, petugas kebingungan dan kita sarankan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat menyebutkan pihaknya menerima informasi soal kedatangan jenazah tersebut sekitar pukul 07.30. Jenazah pun dievakuasi ke RSUD dr Soekardjo dan dipulasara. “Jam 11.00 jenazah sudah dikuburkan,” katanya.

Pemuda tersebut memiliki riwayat penyakit TBC dan sekitar dua minggu ke belakang dibawa keluarganya ke Jakarta. Akan tetapi bukan melakukan pengobatan secara medis, sehingga tidak diketahui dia terkontaminasi covid-19 atau tidak.

“Ambulans yang digunakan pun bukan dari instansi kesehatan,” terangnya.

Sebagai upaya antisipasi, tim media melakukan penanganan layaknya kepada jenazah penderita covid-19. Karena bagaimana pun pasien meninggal di Jakarta yang merupakan wilayah terdampak atau zona merah.

“Kita komunikasikan dan beri pemahaman kepada warga dan juga keluarga, akhirnya pemakaman mengikuti protokol jenazah covid-19,” jelasnya.

Hal ini harus menjadi pembelajaran untuk warga lainnya supaya paham perlunya pemeriksaan medis. Terlebih saat ini sedang terjadi pandemi virus di mana-mana. Supaya, tidak terjadi kesalahpahaman dan keraguan ketika hal serupa terjadi di kemudian hari. “Kalau keluarga sudah berkomunikasi dengan Puskesmas sebelumnya, petugas pun tidak akan kaget dan langsung bisa melakukan penanganan,” ujarnya. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...