Wabah Corona, Ekonomi Sulsel 2020 Diprediksi Hanya Tumbuh 4,61 Persen

Aktivitas jual beli di salah satu pasar tradisional di Makassar. (endra/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pandemi wabah Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan tapi juga stabilitas ekonomi di Sulsel. Penurunan daya beli dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tak terhindarkan. Kemudian disusul dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Sulsel saat ini lebih banyak mengacu pada pendekatan physical distancing (jaga jarak aman). Kendati banyak pihak yang mendesak alternatif kebijakan karantina wilayah (lockdown) ditempuh oleh pemerintah demi menekan penyebaran virus corona.

Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi ekonomi yang dilakukan tim peneliti Logov Celebes yang menyajikan evidence dalam menakar skema physical distancing. Ditemukan bahwa, physical distancing diperkirakan akan membuat perekonomian Sulsel pada tahun 2020 hanya tumbuh menjadi 4,61 persen, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 6,92 persen.

Peneliti Logov Celebes, Salman Samir menjelaskan nilai ekonomi yang hilang jika dibandingkan dengan potensi perekonomian dalam kondisi normal diperkirakan mencapai Rp6,5 triliun.

“Dari sisi pengeluaran, sektor yang paling terdampak adalah sektor konsumsi rumah tangga. Penurunan ini disebabkan oleh adanya perlambatan pada aktivitas konsumsi masyarakat akibat himbuan untuk tetap di rumah,” terang Salman melalui keterangan tertulis, Kamis (2/4/2020).

Selain itu, sektor pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan ekspor juga terdampak. Penurunan PMTB didorong oleh melambatnya investasi akibat prospek bisnis yang tidak menentu.

Sementara penurunan ekspor disebabkan oleh turunnya pertumbuhan ekonomi negara-negara tujuan ekspor utama seperti China, serta harga komoditas khususnya nikel yang juga terus menurun.

Menurut hasil analisanya, sektor yang diperkirakan terdampak signifikan yaitu perdagangan (mall, toko, dll.), penyediaan jasa akomodasi makan dan minum (hotel, restoran, rumah makan, café dll.), sektor industri pengolahan, sektor pertambangan (tambang nikel, keramik dll.) dan sektor transportasi (angkutan darat, angkutan udara dll). (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...