Khofifah Bersyukur Pasien Covid-19 Tidak Bertambah

PERSEBARAN COVID-19: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memberikan penjelasan terkait persebaran COVID-19 di Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur karena tidak ada tambahan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur yakni masih tetap 103 orang. Sementara yang sembuh juga tetap 22 orang.

Untuk pasien yang positif 103 orang di Jatim itu terdiri; 44 dari Surabaya, 10 dari Malang Raya, 1 Kota Batu, 9 dari Magetan, 11 dari Sidoarjo, 2 Kabupaten Kediri, 1 Kota Kediri, 3 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 3 Lumajang, 2 Jember, dan 6 Situbondo.

Kemudian masing-masing 1 orang dari Banyuwangi, Pamekasan, Tulungagung, Jombang, Nganjuk dan Kabupaten Madiun.

Sementara untuk yang sudah terkonfirmasi negatif atau sudah sembuh ada 22 orang. Dari jumlah itu, 3 dari RSU Saiful Anwar Malang, 13 dari Surabaya (RSUD dr Soetomo Surabaya dan RSUA Surabaya), 1 dari Kabupaten Blitar dan 5 dari Magetan.

Khofifah menambahkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 8.395 orang. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) 686 orang. “Sedangkan yang meninggal bertambah dua menjadi 11 orang. Dua orang itu dari Surabaya dan Sidoarjo,” jelasnya.

Lebih lanjut mantan Menteri Sosial ini mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 2.352 bed isolasi. Jumlah bed itu berasal dari 75 rumah sakit yang menjadi rujukan untuk menangani virus corona di Jatim.

Jumlah itu masih ditambah lagi sebanyak 13.357 ruang non-isolasi yang berasal dari sejumlah rumah sakit di provinsi ini. “Saya meminta agar masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat, rajin cuci tangan dan tetap jaga jarak sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan, jumlah tenaga medis di Jatim yang menangani wabah virus corona terdiri dari dokter sebanyak 14.430 orang dengan dokter paru sebanyak 152 orang.

Sementara total perawat atau tenaga medis yang dilibatkan sebanyak 33.377 orang dan total relawan mahasiswa tenaga kesehatan sebanyak 1.862 orang. “Belakangan jumlah pasien positif agak landai. Tapi kami minta masyarakat tetap waspada,” ujarnya. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...