Marak Kasus Jenazah Ditolak, Ini Pandangan Ahli Agama

Jumat, 3 April 2020 21:06

Ustaz Muhammad Ikhwan Jalil

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Akhir-akhir ini, merebak fenomena di tengah masyarakat adanya penolakan dari sejumlah warga untuk pemakaman korban atau jenazah yang wafat akibat virus corona atau covid-19.

Menanggapi hal itu, Ustaz Muhammad Ikhwan Jalil, menjelaskan bahwa sebagai kaum muslimin, pelaksanaan jenazah berupa pemandian, kafan- mengafani, kemudian menyalatkan, dan terakhir menguburkan adalah bagian dari fardu kifayah. “Dia (jenazah) tidak boleh diabaikan begitu saja,” ungkapnya, Jumat (4/3/2020).

Ihkwan melanjutkan, bisa jadi orang-orang yang wafat karena corona, termasuk di antara orang-orang yang dipilih oleh Allah masuk ke surga.

“Karena orang yang bertahan di negerinya tidak keluar-keluar dari negerinya pada saat wabah, kemudian dia wafat karena wabah itu, maka insyaAllah dia akan mendapatkan pahala di jalan Allah,” kata Ikhwan.

Ia menuturkan, kepada keluarga korban tentunya tetap menyelenggarakan pemakaman jenazah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang yang sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang ada.

“Seperti tidak menyentuh langsung, ya dibungkus dengan alat atau bahan tertentu agar cairan tubuhnya tidak menyebar,” ujarnya.

Menanggapi masyarakat yang menolak pemakaman di tempat tertentu, dia menilai bahwa hal tersebut karena adanya kesalahpahaman saja.

Maka dari itu, menurut Ikhwan pemerintah memang perlu melakukan sentralisasi pemakaman jenazah.

“Contohnya, harus 500 meter dari tempat permukiman atau tidak terdapat sumber air di situ,” katanya, melanjutkan.

Komentar


VIDEO TERKINI