Masuk Daftar ODP, Bupati Moroali Utara Wafat Saat Jalani Perawatan di RS Siloam

Jumat, 3 April 2020 10:40

Almarhum Bupati Morowali Utara Ir Aptripel Tumimimor MT. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Bupati Morowali Utara Ir Aptripel Tumimimor MT meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Siloam Makasar, Kamis (2/4/2020) malam. Aprtipel meninggal pada usia 55 tahun.

Dilansir dari Radar Sulteng (Fajar Grup), kabar duka ini pertama kali diketahui media dari recent update status whatsapp Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Morut Herry Pinontoan SSTP, sekira pukul 22.59 Wita.

Golkar, salah satu ajudan Bupati Morut membenarkan info tersebut melalui sambungan telepon. “Pak Bupati meninggal dunia, wafatnya beliau baru beberapa menit lalu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Aptripel Tumimomor MT menjalani rawat inap di RS Siloam Hospital Makassar, Sulawesi Selatan. Almarhum diketahui menderita udem paru akut, menyusul serangan demam dengue empat hari sebelumnya.

Diagnosis laboratorium itu dikemukakan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Morowali Utara, dr Daniel Winarto M Biomed SpPD dalam konferensi pers di RSUD Kolonodale, Kamis (2/4/2020).

Konferensi pers itu turut dihadiri Sekretaris Kabupaten Morowali Utara Ir Musda Guntur MM, Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara Dr Delnan Lauende MKes, serta Direktur RSUD Kolonodale dr I Made Pujawan MKes.

Daniel mengatakan hasil tes laboratorium terkait demam dangue diketahui Jumat (27/3/2020). Berselang empat hari kemudian, Selasa (31/4/2020), Aptripel dinyatakan mengidap udem paru akut atau penumpukan cairan di organ tersebut.

“Awalnya Bupati menderita demam dangue. Namun sakit beliau bertambah akibat penumpukan cairan di paru-paru. Saat itu beliau memilih tidak diopname di rumah sakit,” jelasnya.

Tak sampai disitu, dokter ahli penyakit dalam itu juga melakukan rapid tes untuk mengetahui paparan Covid-19 terhadap Aptripel, hasilnya menunjukan indikator negatif. “Rapid tes menujukan negatif. Artinya sakit Bupati tidak terkait C-19,” imbuh Daniel.

Aptripel yang masih bertahan di rumah dinas selanjutnya diberikan terapi obat-obatan dan oxygen. Proses itu dipantau langsung oleh Daniel.

Sehari kemudian, Rabu (1/4/2020), kondisi Aptripel memburuk sebelum dilarikan ke RSUD Kolonodale. Namun karena hal tehnis, Aptripel kemudian dirujuk ke rumah sakit Siloam Makassar.

“Rabu pagi, cairan di paru-paru Bupati bertambah banyak atau menempati ¾ paru kiri dan kanan. Bupati selanjutnya dirujuk ke Makassar,” tandasnya.

Sementara itu, Sekkab Musda Guntur menyebutkan pernyataan resmi Daniel Winarto guna menjamin keakuratan informasi publik. Sebab sebelumnya Aptripel dikabarkan terserang virus Covid-19.

“Dokter Daniel adalah jubir Satgas Covid-19 yang secara resmi memberikan keterangan medis atas kondisi Bupati Morut. Rapid tes menunjukan Bupati tidak terpapar virus tersebut,” tegasnya.

Musda juga mengatakan Aptripel rencananya akan dipindahkan ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hal itu dipengaruhi peralatan medis Siloam Hospital yang masih terbatas.

“Selanjutnya pak Bupati akan dipindahkan ke rumah sakit Wahidin yang tehnisnya diatur oleh Direktur PPDS Unhas Makasar dan dokter-dokter ahli penanggung jawab bagian di rumah sakit Wahidin,” sebutnya.

Delnan Lauende menambahkan, sejauh ini Dinkes Morut juga menerapkan pemantauan terhadap pergerakan Bupati Morut masuk dan keluar daerah, khusunya setiba dari kota-kota pandemi Covid-19.

Aptripel sendiri masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) selama dua pekan. Menurut Delnan, Aptripel sebelumnya telah menyetujui pengisi formulir Kemenkes yang dilakukan oleh dr Andyka Tumimomor. (radar sulteng/fajar)

Komentar