Penolakan Jenazah Meresahkan, IDI: Kalau Sudah di Dalam Tanah Virusnya Mati

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel, Abdul Azis. (Foto: Muh Ikbal/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Maraknya penolakan terhadap pemakaman jenazah pasien corona, membuat ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel, Abdul Azis, angkat bicara.

Abdul Azis meminta masyarakat jangan memberikan stigma jelek mengenai corona. Menurutnya, corona bukan aib dan bukan penyakit yang menjijikkan, hanya karena penularan yang luar biasa maka kita harus saling menjaga diri.

"Bukan bahwa harus mengucilkan orang-orang apalagi yang sudah meninggal. Kalau dia sudah meninggal itu kan yang ditakutkan cairannya memang, tetapi cairan itu sudah tidak ada kalau sudah terbungkus dengan plastik," ujarnya, Jumat (3/4/2020).

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa yang penting keluarga di rumah jangan membuka plastik jenazah.

Sebenarnya, menurut standar, dalam empat jam dikubur, virus itu sendiri tidak hidup dalam benda mati. Dalam waktu maksimal tujuh jam itu mati semua, apalagi kalau sudah di dalam tanah.

Kalau di dalam tanah itu sudah tidak perlu lagi dilakukan penyemprotan. Jadi jangan menimbulkan stigma hingga membuat masyarakat menolak pemakaman jenazah covid-19.

"Tidak usah ditolak sebenarnya, karena ini sudah sesuai dengan SOP dan pengawalan ketat dari tim medis, dari aparat, dan forum komunikasi umat beragama. Jadi sudah komplit," ucap Abdul Azis.

Abdul Azis mengatakan, SOP yang dikirimkan pun sesuai SOP dari satgas provinsi dan Kota Makassar. "Ketika ada kematian dicurigai positif harus dilakukan prosedur seperti covid, kita cari di mana dia, kemudian melempar ke call centre. Selanjutnya call centre menghubungi petugas untuk menggali kuburannya dan satgas menjemput jenazah dengan ambulans khusus yang kemudian akan diturunkan langsung," kata Abdul Azis.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...