Pimpinan KPK Minta Gaji Naik 200 Persen, Jeremi Teti: Edan, Dimana Empatinya

Jumat, 3 April 2020 13:53

eremy Teti (Instagram Jeremy Teti)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah disorot publik lantaran meminta kenaikan gaji di tengah wabah virus Korona. Muncul kabar bahwa lembaga antirasuah itu meminta untuk naik gaji hingga 200 persen atau senilai Rp300 juta.

Jeremy Teti pun menilai hal ini tidak pantas di tengah masyarakat sedang mengalami kesusahan akibat terdampak penyebaran Covid-19. Mantan pembawa acara berita itu menganggap kabar ini tidak tepat berembus sekarang karena menimbulkan kesan para pimpinan KPK menari di atas penderitaan masyakat.

“Edan. Di mana rasa empatinya? Di mana sense of crisis dari para penyelenggara negara ini? Mereka tidak memikirkan jutaan warga Indonesia terdampak secara ekonomi,” kata Jeremy Teti kepada JawaPos.com (grup fajar.co.id), Jumat (3/4).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun JawaPos.com, permintaan naik gaji ini bermula dari adanya surat tugas dari pimpinan KPK ke Biro SDM. Menindaklanjuti hal tersebut, beberapa perwakilan dari KPK dikabarkan melakukan rapat dengan pihak Ditjen Perundangan-undangan Kemenkumham, perwakilan Kemenpan RB dan Kemenkeu.

Rapat itu dikabarkan membicarakan tentang revisi Pembahasan Peraturan Pemerintah( PP) Nomor 82 Tahun 2015, atas perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2006 tentang Hak Keuangan, Kedudukan Protokol, dan Perlindungan Keamanan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Rapa itu kabarnya digelar di kantor Kemenkumham.

Komentar


VIDEO TERKINI