Pimpinan KPK Usulkan Kenaikan gaji, Pakar Hukum Pidana Menilai Jadi Komisi Pembela Korupsi

Jumat, 3 April 2020 02:30

ILUSTRASI: Ketua KPK Firli Bahuri bersama Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan...

“KPK itu sudah bukan apa-apa dan bukan siapa siapa lagi, dia hanya kantor tempat orang mencari nafkah,” tegas Fickar.

Senada dengan Fickar, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz mempertanyakan sikap pimpinan KPK yang mengusulkan adanya kenaikan gaji hingga Rp 300 juta. “Jika informasi tersebut benar, kita mempertanyakan moralnya pimpinan KPK di mana?” beber Donal.

Donal memandang, sejak KPK berdiri belum ada pimpinan yang mengusulkan kenaikan gaji. Menurutnya, kinerja Firli Cs yang belum menunjukan prestasinya kini malah meminta kenaikan gaji.

“Tidak ada sejarahnya pimpinan KPK minta naik gaji. Semakin blunder ketika itu dilakukan oleh pimpinan KPK yang kinerjanya dipertanyakan,” sesalnya.

Sebelumnya, di tengah gencarnya penanganan wabah virus korona baru (covid-19), ada kabar tak sedap dari institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Usai salah satu pimpinannya menyetujui usulan pembebasan narapidana korupsi yang digaungkan Menkumham Yasonna Laoly, kini beredar informasi pimpinan KPK yang dikomandoi Firli Bahuri, meminta dinaikkan gajinya sebesar Rp 300 juta.

Padahal saat ini, gaji pimpinan KPK cukup besar, yakni sekitar sekitar Rp 123,9 juta untuk Ketua KPK. Sementara untuk Wakil Ketua KPK senilai Rp 112,5 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, ihwal adanya permintaan ini diawali adanya surat tugas dari pimpinan KPK ke Biro SDM. Atas permintaan tersebut, sejurus kemudian, beberapa perwakilan dari pihak KPK melakukan rapat dengan pihak Ditjen Perundangan-undangan Kemenkumham, serta perwakilan dari pihak Kemenpan RB dan Kemenkeu.

Bagikan:
1
9
5

Komentar