Selle KS Dalle: Jika Sayang Keluarga, Jangan Mudik!

Selle KS Dalle

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Legislator DPRD Sulsel Selle KS Dalle mendorong Pemprov berkoordinasi dengan kepala daerah se-Sulsel untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pemudik yang pulang ke kampung halamannya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menekankan tidak akan menghalangi pemudik yang ingin pulang kampung. Namun pemerintah memberi catatan bahwa pemudik otomatis bersatatus ODP dan wajib dikarantina mandiri selama dua pekan.

Selle menginginkan pengawasan lebih ketat melihat gelombang pemudik akan sulit dicegah terlebih Presiden telah resmi meniadakan larangan tersebut.
Pengawasannya berupa pemeriksaan kesehatan setiap pemudik, jika ditemukan gejala yang mengarah Covid-19 segera diperiksa. Termasuk lalu lintas orang dan pintu-pintu masuk agar ditingkatkan pengawasannya.

“Saya minta Pemprov dan seluruh kepala daerah se-Sulsel beserta jajarannya awasi ketat pemudik yang datang. Seluruh pintu masuk melalui darat, laut dan udara diperketat lagi. Jangan sampai kecolongan,” tegas Selle saat dihubungi fajar.co.id, Kamis (02/04/2020) malam.

Selain itu, lanjut Selle, sosialisasi secara masif juga tak kalah penting dalam memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa ancaman virus ini begitu nyata, terlebih kita akan dihadapkan dengan gelombang mudik lebaran Idul Fitri.

“Pemprov dan pemda harus satu suara beri pemahaman kepada masyarakat. Bisa berupa spanduk, selebaran, atau imbauan di media sosial,” serunya.

Politisi Partai Demokrat itu juga meminta kesadaran masyarakat untuk melihat bencana biologis ini secara jernih. Ada tanggung jawab sosial menjaga keluarga serta lingkungan di kampung halaman agar tidak ikut tertular wabah pandemik ini.

Mudik memang sudah menjadi tradisi setiap tahun. Tradisi ini menjadi istimewa dimana keluarga dari perantauan kembali ke kampung halaman berkumpul dan silaturahmi dengam keluarga besar.

“Kalau kita sayang keluarga dan sanak keluarga beserta kampung halaman sebaiknya jeda mudik dulu. Bukan mudiknya yang dilarang tapi penyebaran wabahnya yang dicegah,” pinta Selle.

“Kita tidak bisa membayangkan perasaan keluarga yang ditimpa musibah kematian karena corona. Mereka tidak bisa lagi memandikan, mengkafani, sembahyangi, dan mengurusnya sampai turun di liang lahat. Jenazah diurus oleh orang lain sebagaimana protokol penyakit wabah. Berat sekali rasanya mengajak tapi ayo bersama jeda mudik,” pungkasnya. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...