Sidang Penggal Kepala, Terdakwa Akui Tersulut Emosi Setelah Dilempar Batu

Jumat, 3 April 2020 15:46

Sidang pembunuhan di PN Gowa. (ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, GOWA – Terdakwa Haji Saju duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Wajah terdakwa mengarah ke depan. Tepat di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Henu Sista Aditya, SH MH.

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. Atas pembunuhan terhadap keponakannya, Sampara dengan cara digorok. Kepala dan tubuh korban pun terputus oleh sebilah parang milik terdakwa.

Namun sebelum peristiwa pertumpahan darah itu terjadi, korban saat itu berada di atas tebing. Sedangkan terdakwa berada di lahan kemiri. Lahan itu berada tepat di bawah tebing tempat Sampara berada.

Perkelahian pertumpahan darah akibat sengketa tanah di Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa dimulai pada Senin pagi (11/11/2019).

“Dari atas (tebing), Sampara awalnya melempar batu ke arah saya dan mengenai di kepala sebelah kanan hingga berdarah,” kata terdakwa Haji Saju yang fasih berbahasa daerah.

Setelah itu, terdakwa dan korban bertemu secara langsung. Mereka memperdebatkan soal lahan itu.

Korban bertanya kepada terdakwa, alasannya masuk menggarap lahan tersebut. Sampara menganggap pamannya itu melanggar karena masuk ke lahan, yang berstatus sengketa sejak beberapa tahun terakhir.

Keduanya pun tersulut emosi. Sebilah parang yang diselip di pinggang Haji Saju dikeluarkan. Dia juga membanting Sampara dan terbaring di tanah. Layaknya seorang ahli bela diri.

Komentar


VIDEO TERKINI