Warga Tolak Jenazah Terinfeksi Corona, Ketum PP Muhammadiyah: Bukti Solidaritas Sosial Sudah Tak Ada

Jumat, 3 April 2020 09:11

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID,YOGYAKARTA– Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyayangkan peristiwa penolakan jenazah pasien covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah. Sesama anak bangsa yang beragama dan beradab seharusnya memberi penghormatan yang baik kepada orang yang sudah wafat.

Bahkan menurut Tarjih Muhammadiyah, pasien Covid-19 meninggal dunia yang sebelumnya telah berikhtiar dengan penuh keimanan untuk mencegah dan atau mengobatinya, maka mendapat pahala seperti pahala orang mati syahid.

“Jika pemerintah dan para pihak telah menetapkan kuburan bagi jenazah covid-19 sesuai protokol, maka sebaiknya warga tidak menolak penguburan. Apalagi sampai meminta jenazah yang sudah dimakamkan dibongkar kembali dan dipindahkan,” tegas Haedar melalui keterangan tertulis, Jumat (03/04/2020).

Haedar meminta agar mereka yang terkena positif covid-19 juga harus disikapi dengan baik. Jika dikarantina di satu lokasi atau menempuh karantina sendiri di kediamannya jangan ditolak warga.

“Aparat setempat agar dengan bijak memahamkan warga dan jangan ada yang ikut-ikutan menolak,” imbau Haedar.

Ia juga meminta semua pihak berkorban dan menunjukkan keluhuran sikap kemanusiaan dan kebersamaan. Warga yang menolak agar diberi pemahaman, mereka mungkin terlalu panik dan belum mengerti.

Saat ini tunjukkan bahwa masyarakat Indonesia benar-benar berjiwa sosial, gotongroyong, dan relijius terhadap sesama. Apalagi kepada korban Covid19 yang meninggal dan keluarganya semestinya turut berempati dan membantu.

Komentar


VIDEO TERKINI