50 Tahun Kak Seto Berkarya

Sabtu, 4 April 2020 21:23

Kak Seto

Oleh: Fachrul Muchsin

Yah, manusia hanya mengakali proses yang direncanakan, sejak setahun yang lalu putri tertua Kak Seto yakni Kak Minuk sudah mengorganisir para sahabat beliau agar 50 tahun pas hari dan jam serta tanggal semua empat.

Wabah virus covid-19 mendera dan Iradat Rabb pun yang harus dipatuhi untuk phsycal distancing. Itu tak membuat pria humble dengan garis potongan rambut yang awet dengan kacamata khasnya pasif tidak melakukan apa-apa.

Tadi pagi Kak Seto masih bertemu media dan beri sumbangsih semangat dan endorser dengan lagu khusus lawan corona di Media Centre Gugus Depan penanggulangan Covid-19 yang berada di BNPB Pusat, Jakarta.

“….karena anak-anak Anda itu otentik, unik dan beda satu dengan yang lain sehingga berikan apresiasi dan puji mereka sesuai potensinya masing-masing,….”

Kalimat itu sudah pasti masih terngiang dan khas dari kakak batik yang bersiap menjadi Guru Besar.

Tanggal 4 April 2020 jam 16 ini Keluarga Kak Seto secara sederhana di rumahnya sedang memperingati “50 Tahun Pengabdian Kak Seto di dunia Pendidikan Anak-anak”.

Kak Seto memulai karirnya sebagai Guru dan Sahabat Anak sejak tanggal 4 April 1970* yang lalu, yaitu sejak Kak Seto diangkat sebagai Guru PAUD mendampingi Pak Kasur di PAUD: Kebun Kanak-kanak Situ Lembang* – Jl Lembang – Jakarta Pusat.

Sejak saat itu Kak Seto selalu aktif mendampingi Pak Kasur dalam berbagai kegiatan beliau, baik sebagai Guru PAUD maupun kegiatan di atas Panggung Gembira Anak-anak, seperti: bernyanyi bersama, mendongeng maupun memberikan pertunjukan sulap.

Nama Kak Seto semakin dikenal setelah beliau mendirikan PAUDnya sendiri (1975) yg diberi nama: Istana Kanak-kanak di Taman Ria Remaja dan kemudian dilanjutkan ke Taman Ria Monas. Kak Seto kemudian dipercaya oleh TVRI (1978) untuk mengasuh acara Aneka-Ria Anak-anak yg semula bersama artis Gatot Sunyoto, kemudian dilanjutkan bersama artis Henny Poerwonegoro. Kak Seto kemudian juga memperdalam pengetahuannya di bidang ilmu psikologi anak dengan menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UI sampai berhasil meraih gelar Doktor dalam Ilmu Psikologi. (1993)

Beberapa penghargaan yg pernah diperoleh antara lain:

Orang Muda Berkarya Indonesia (1987) kategori: Pengabdian di dunia anak-anak, dari Presiden Soeharto. Kemudian: Orang Muda Berkarya Dunia / The Outstanding Young Person of the World, category: Contribition to World Peace, (Amsterdam), dari Junior Chamber International pd th 1987 juga. Pada tahun yg sama juga memperoleh penghargaan Medali Perdamaian di New York dari Sekjen PBB Havier Perez de Quellar.

Beberapa karyanya dalam kurun waktu 50 tahun ini antara lain:

  • Cerita Boneka Si Komo
  • Puluhan lagu anak-anak
  • Salah seorang pengusul adanya Hari Anak Nasional yg memiliki latar belakang historis
  • Salah seorang pengusul adanya Kementerian di bidang Perlindungan Anak
  • Salah seorang pengusul adanya UU Perlindungan Anak dan adanya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
  • Salah seorang pencetus ide Kirab Remaja Nasional
  • Pencetus ide Istana Anak-anak Indonesia di TMII
  • Pencetus ide dipopulerkannya Homeschooling bagi pemenuhan hak anak di Indonesia. -Pendiri Yayasan Anak Kembar Nakula Sadewa
  • Dan lain-lain.

Sebagaimana setiap peringatan pengabdiannya dirayakan secara sederhana setiap 10 tahun, kali ini Kak Seto pun akan meluncurkan beberapa buah tulisannya yg dirangkum dalam sebuah buku catatan Gerakan Perlindungan Anak di Indonesia.

Isteri tercinta, Ny Deviana Seto bersama 4 orang anak -Minuk Seto (Anak) -Alden Seto (Anak) -Sasha Seto (Anak) -Dhea Seto (Anak) serta Thomas (Menantu) dan dua anaknyaKitama (Cucu) dan Tanawa (Cucu).

Kak Seto berikhtiar dengan segenap hati dengan Koalisi Anak Madani Indonesia disingkat KAMI mengusung Pak&Bu Kasur sebagai Pahlawan Nasional kategori Pendidikan Tumbuh Kembang Anak.

Usulan tersebut diikuti dengan berbagai aktivasi sosialisasi seperti pengumpulan tandatangan 5000 masyarakat dari kampus-kampus, seperti UNJ Jakarta sekaligus seminar tentang heritage dan sosialisasi lagu-lagu ciptaan Pak & Ibu Kasur di hadapan ratusan guru PauD serta car free day di Jakarta dan Bekasi.

3 hal yg jadi legacy Kak Seto di 50 Thn Berkarya utk Anak Indonesia yakni;

  1. Bersama KAMI dan Svara ada Digital Radio Streaming di hape dgn call sign Radio PAUD berisi 1200 lagu anak2, dongeng, chitchat jenaka dan lagu wajib nasional.
  2. Gerakan Nasional Tokoh Bercerita dihadapan anak2 PauD sekali sebulan di lingkungan dan tempat kerja.
  3. Kak Seto Generation dgn program Kak Seto Goes To School dan Kampus-kampus dari PauD sampai SMA sebagai Sahabat Anak.

3 hal di atas adalah gagasan kak Seto yg gerbongnya semua anak muda berbasis Apps, IoT dan Critical Thinking.

Kak Seto menjadi lokomotif anak muda di medsos dengan KAMI TV dan KakSetoTV disaluran YoutubeChannel, tidak hanya merdeka belajar tapi pendidikan damai untuk semua agama, ras dan ethnic anak Indonesia tanpa pengecualian, semua untuk kepentingan anak yang terbaik.

50 tahun itu memulai babak baru bersama kaum 50 Tahun Kak Seto Berkarya

Wabah virus covid-19 mendera dan Iradat Rabb pun yang harus dipatuhi untuk phsycal distancing. Itu tak membuat pria humble dengan garis potongan rambut yang awet dengan kacamata khasnya passif tidak melakukan apa-apa.

Tadi pagi Kak Seto masih bertemu media dan beri sumbangsih semangat dan endorser dengan lagu khusus lawan korona di Media Centre Gugus Depan penanggulangan Covid-19 yang berada di BNPB Pusat, Jakarta.

“….karena anak-anak Anda itu otentik, unik dan beda satu dengan yang lain sehingga berikan apresiasi dan puji mereka sesuai potensinya masing-masing,….”

Kalimat itu sudah pasti masih terngiang dan khas dari kakak batik yang bersiap menjadi Guru Besar.

Tanggal 4 April 2020 jam 16 ini Keluarga Kak Seto secara sederhana di rumahnya sedang memperingati “50 Tahun Pengabdian Kak Seto di dunia Pendidikan Anak-anak”.

Kak Seto memulai karirnya sebagai Guru dan Sahabat Anak sejak tanggal 4 April 1970* yang lalu, yaitu sejak Kak Seto diangkat sebagai Guru PAUD mendampingi Pak Kasur di PAUD: Kebun Kanak-kanak Situ Lembang* – Jl Lembang – Jakarta Pusat.

Sejak saat itu Kak Seto selalu aktif mendampingi Pak Kasur dalam berbagai kegiatan beliau, baik sebagai Guru PAUD maupun kegiatan di atas Panggung Gembira Anak-anak, seperti: bernyanyi bersama, mendongeng maupun memberikan pertunjukan sulap.

Nama Kak Seto semakin dikenal setelah beliau mendirikan PAUDnya sendiri (1975) yg diberi nama: Istana Kanak-kanak di Taman Ria Remaja dan kemudian dilanjutkan ke Taman Ria Monas. Kak Seto kemudian dipercaya oleh TVRI (1978) untuk mengasuh acara Aneka-Ria Anak-anak yg semula bersama artis Gatot Sunyoto, kemudian dilanjutkan bersama artis Henny Poerwonegoro. Kak Seto kemudian juga memperdalam pengetahuannya di bidang ilmu psikologi anak dengan menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UI sampai berhasil meraih gelar Doktor dalam Ilmu Psikologi. (1993)

Beberapa penghargaan yg pernah diperoleh antara lain:

Orang Muda Berkarya Indonesia (1987) kategori: Pengabdian di dunia anak-anak, dari Presiden Soeharto. Kemudian: Orang Muda Berkarya Dunia / The Outstanding Young Person of the World, category: Contribition to World Peace, (Amsterdam), dari Junior Chamber International pd th 1987 juga. Pada tahun yg sama juga memperoleh penghargaan Medali Perdamaian di New York dari Sekjen PBB Havier Perez de Quellar.

Beberapa karyanya dalam kurun waktu 50 tahun ini antara lain:

  • Cerita Boneka Si Komo
  • Puluhan lagu anak-anak
  • Salah seorang pengusul adanya Hari Anak Nasional yg memiliki latar belakang historis
  • Salah seorang pengusul adanya Kementerian di bidang Perlindungan Anak
  • Salah seorang pengusul adanya UU Perlindungan Anak dan adanya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
  • Salah seorang pencetus ide Kirab Remaja Nasional
  • Pencetus ide Istana Anak-anak Indonesia di TMII
  • Pencetus ide dipopulerkannya Homeschooling bagi pemenuhan hak anak di Indonesia. -Pendiri Yayasan Anak Kembar Nakula Sadewa
  • Dan lain-lain.

Sebagaimana setiap peringatan pengabdiannya dirayakan secara sederhana setiap 10 tahun, kali ini Kak Seto pun akan meluncurkan beberapa buah tulisannya yg dirangkum dalam sebuah buku catatan Gerakan Perlindungan Anak di Indonesia.

Isteri tercinta, Ny Deviana Seto bersama 4 orang anak -Minuk Seto (Anak) -Alden Seto (Anak) -Sasha Seto (Anak) -Dhea Seto (Anak) serta Thomas (Menantu) dan dua anaknyaKitama (Cucu) dan Tanawa (Cucu).

Kak Seto berikhtiar dengan segenap hati dengan Koalisi Anak Madani Indonesia disingkat KAMI mengusung Pak&Bu Kasur sebagai Pahlawan Nasional kategori Pendidikan Tumbuh Kembang Anak.

Usulan tersebut diikuti dengan berbagai aktivasi sosialisasi seperti pengumpulan tandatangan 5000 masyarakat dari kampus-kampus, seperti UNJ Jakarta sekaligus seminar tentang heritage dan sosialisasi lagu-lagu ciptaan Pak & Ibu Kasur di hadapan ratusan guru PauD serta car free day di Jakarta dan Bekasi.

3 hal yg jadi legacy Kak Seto di 50 Thn Berkarya utk Anak Indonesia yakni;

  1. Bersama KAMI dan Svara ada Digital Radio Streaming di hape dgn call sign Radio PAUD berisi 1200 lagu anak2, dongeng, chitchat jenaka dan lagu wajib nasional.
  2. Gerakan Nasional Tokoh Bercerita dihadapan anak2 PauD sekali sebulan di lingkungan dan tempat kerja.
  3. Kak Seto Generation dgn program Kak Seto Goes To School dan Kampus-kampus dari PauD sampai SMA sebagai Sahabat Anak.

3 hal di atas adalah gagasan kak Seto yg gerbongnya semua anak muda berbasis Apps, IoT dan Critical Thinking.

Kak Seto menjadi lokomotif anak muda di medsos dengan KAMI TV dan KakSetoTV disaluran YoutubeChannel, tidak hanya merdeka belajar tapi pendidikan damai untuk semua agama, ras dan ethnic anak Indonesia tanpa pengecualian, semua untuk kepentingan anak yang terbaik.

50 tahun itu memulai babak baru bersama kaum milenial… Kak Seto, We Love You……!!! (*)

Komentar