Darurat Corona, Jenazah Pasien Covid-19 Dibakar di Pinggir Jalan

Sabtu, 4 April 2020 08:25

Jenazah pasien Covid-19 di Ekuador ada yang dibakar di pinggir jalan (AP)

Ekuador memiliki salah satu tingkat infeksi tertinggi di seluruh Amerika Latin. Dan virus ini sangat kejam bagi Guaya, provinsi yang menjadi rumah bagi Guayaquil.

Wabah terbesar berikutnya di negara itu adalah di Pichincha, Quito. Menteri Kesehatan Juan Carlos Zevallos mengatakan bahwa Guayaquil dan Quito mendeteksi kasus pertama dari virus Korona pada waktu yang bersamaan.

“Sekelompok orang di Guayaquil tidak tidak mendengarkan dan kami mengalami ledakan viral load,” jelasnya.

Lonjakan kematian dan rasa takut menghadapi jenazah membuat Ekuador mencekam. “Rumah pemakaman sudah penuh,” jelas Juan Carlos.

Diperkirakan masih ada sekitar 100 jenazah di Guayaquil yang perlu dikumpulkan. Pemerintah perlu membersihkan jenazah dalam waktu 24 jam.

Diego Diaz Chamba, seorang penduduk Guayaquil, butuh lima hari untuk mengubur ibunya yang berusia 79 tahun, Elsa Maria Chamba. Ibunya meninggal karena serangan jantung dan telantar tak bisa masuk ke rumah sakit.

“Mereka memberi tahu kami rumah sakit itu untuk pasien Covid-19,” kata Diaz dalam sebuah wawancara telepon.

Dan, di pemakaman ada antrean panjang hanya untuk mendapatkan daftar tunggu untuk dimakamkan. “Setiap hari semakin buruk. Kami melihat warga membakar jenazah di jalan. Satu-satunya pilihan adalah meninggalkan orang yang mereka cintai di jalan atau di rumah sakit jika mereka meninggal di sana,” ujarnya.

Komentar