Delapan Perampok yang Bawa Kabur Emas Senilai Rp5 Miliar

Sabtu, 4 April 2020 06:00

Tersangka Aput (kiri) saat dirilis Subdit Jatantas Polda Sumsel, Jumat (3/4/2020) siang di Mapolda Sumsel. Foto: edho/su...

FAJAR.CO.ID,PALEMBANG– Ali Fikri alias Aput, 45, salah satu pelaku perampokan toko emas Cahaya Murni, Sungai Lilin, Sumsel, selalu berpindah tempat persembunyian.

Mulai kabur ke Bengkulu, Prabumilih hingga akhirnya menyerahkan diri kepada polisi, Kamis (2/4/2020) malam.

Warga Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini, di hadapan polisi Jumat (3/4/2020), mengaku menyerah karena dia takut ditembak mati tim Subdit Jatanras Polda Sumsel. Dia juga menceritakan rencana sebelum aksi perampokan.

Video rekaman kamera CCTV yang beredar, ada lima orang pelaku yang masuk ke toko emas milik H Samsir itu. Masing-masing pelaku langsung melancarkan aksinya termasuk tersangka Aput.

Tersangka Aput mengaku saat itu mengenakan baju hitam lengan pendek dan bertopi. Di video dia terlihat sempat memecahkan kaca, dan mengambil sedikit emas ke dalam tas kecilnya.

Aput menyebut, pelaku yang memakai helm dan membawa pisau adalah Kai (DPO), berjaket merah dan membawa pistol adalah Hen (DPO), yang mengenakan sweater abu-abu pakai topi hitam bawa pistol adalah M Ali (tewas ditembak), dan yang mengenakan kaus putih dan membawa tas ransel sambil mengumpulkan emas adalah Umar (DPO).

“Sementara Jon (DPO) menunggu di luar, Pendi (tewas ditembak) dan M Nasir (ditembak di kedua kakinya) menunggu di mobil. Tugas aku masuk sambil ngacungin pistol, tetapi sebentar-sebentar saja. Kadang aku ke dalam toko, kadang juga di luar,” beber Aput.

Bagikan berita ini:
3
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar