Di Israel, 7.589 Positif Corona, 42 Meninggal

Sabtu, 4 April 2020 18:26

Polisi perbatasan mengenakan masker saat memasuki kota Bnei Brak, 3 April 2020/Tomer Appelbaum/ Haaretz

FAJAR.CO.ID, BNEI BRAK—Angka penderita virus corona di Israel ternyata juga cukup tinggi. Hingga hari ini, tercatat ada 7.589 orang dinyatakan positif dengan 42 di antaranya meninggal dunia. Pemerintah di negara itu juga sudah memberlakukan lockdown di wilayah yang menjadi pusat penyebaran.

Dikutip dari Haaretz, dari 7.589 yang dinyatakan positif, 115 dalam kondisi serius. Seorang turis Israel juga dilaporkan meninggal di Italia. Sejauh ini, 403 warga Israel dinyatakan berhasil pulih dari virus mematikan tersebut.

Di Tepi Barat, 193 kasus telah didiagnosis sejauh ini. Seorang wanita berusia 60-an telah meninggal. Di Gaza, 12 kasus telah didiagnosis, dua kasus pertama adalah pasien yang kembali dari Pakistan. Pemerintah Israel mengintensifkan pembatasan pergerakan.

Selain itu, pemerintah juga menyerukan warga negara untuk mengenakan masker di muka umum untuk lebih melindungi diri dan orang lain dari virus. Kota ultra-Ortodoks Bnei Brak, yang menjadi hotspot penyebaran virus, lockdown saat ini telah diberlakukan.

Meski angka positif COVID-19 cukup tinggi, pejabat tinggi Israel menyatakan bahwa saat ini ada tanda-tanda perlambatan penyebaran virus. Tapi, wabah ini menurut laporan Haaretz hampir menghentikan aktivitas kehidupan sehari-hari dan menyebabkan puluhan ribu orang harus dikarantina. (amr)

Bagikan berita ini:
2
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar