Efek Corona, Politisi PDIP: Ratusan Ribu Warga Harus Diperhatikan

Ilustrasi wabah virus corona. Foto: diambil dari Marca

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE -- Dampak sosial ekonomi begitu terasa semenjak adanya pandemi covid-19 atau wabah corona. Banyak yang kehilangan mata pencaharian. Pemerintah tak boleh lalai.

Sekretaris Komisi IV DPRD Bone, Andi Akhiruddin mengatakan, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bone harus segera melakukan pemetaan sosial Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ada lebih 99 ribu KK atau kurang lebih 300 ribu jiwa harus difilterisasi mana yang sudah dapat bantuan sosial pemerintah pusat mana yang belum.

"Hal ini mesti dilakukan, karena kita tidak bisa pungkiri bencana pandemi covid-19 yang paling rentan terkena dampak sosial ekonomi adalah mereka (warga)," katanya, Sabtu (4/3/2020).

Politisi PDI Perjuangan dari Fraksi Bintang Demokrasi Perjuangan itu menuturkan, pemerintah daerah tidak boleh lalai kepada mereka. Sebab, ketika sudah ada filterisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sekiranya pemerintah daerah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka bagi yang tidak tercover bantuan sosial pemerintah pusat.

"Hari ini kita fokus terhadap mencegah dan menangani masalah covid-19 dari sisi kesehatan, tapi skenario masalah sosial dan ekonomi kita jangan pernah lupa akan hal itu," tambahnya.

Sambungnya, kondisi hari ini harus mengerahkan segala macam energi untuk hadir ditengah-tengah masyarakat, karena tidak hanya berbicara mengenai memutus mata rantai covid-19 saja. Tetapi bagaimana harus mempersiapkan sebuah skenario mengenai dampak sosial ekonomi yang akan muncul.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...