Empat Rumah Rubuh Terbawa Arus Banjir di Luwu, 79 KK Mengungsi ke Tetangga Kampung

Rumah hanyut akibat banjir di Luwu. (IST)

FAJAR.CO.ID, BELOPA–Banjir menerjang delapan desa di Kecamatan Lamasi Timur, sejak Kamis malam (2/4/2020) lalu. Empat rumah rusak parah setelah hanyut terbawa banjir dan ratusan rumah terendam.

Banjir terjadi setelah hujan deras. Kondisi ini membuat debit air Sungai Lamasi meningkat sehinga tidak tertampung dan menjebol tanggul yang ada tiga desa. Sebanyak 79 kepala keluarga mengungsi ke rumah tetangga kampung.

Warga Lamasi Timur, Hendra mengatakan air sungai Lamasi mulai meluap sejak pukul 22.00 wita. ”Saat itu warga sudah terlelap tidur. Tapi dikagetkan dengan tiba air datang menghenangi temlat tidur,”kata Hendra, Jumat (3/4/2020).

Banjir diawali saat tanggul jebol di Desa Pompengan Utara, lalu jebol di Desa Ponpengan Tengah, dan jebol di Desa Pompengan Pantai. Seluruh rumah warga tergenang hingga satu setengah meter. Empat rumah warga di Pompengan Utara rusak setelah terbawa arus banjir.

Sekretatis BPBD Luwu, Amiruddin Alwi mengatakan telah menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) ke Lamasi Timur. ”Mereka diturunkan untuk mengevakuasi warga yang dilanda bencana banjir, ”kata Amiruddin.

Daerah ini memang setiap tahun mengalami banjir. Apalagi pada musim hujan. Ketika debit air Sungai Lamasi tinggi dan bertemu air pasang pasti akan banjir.

Camat Lamasi Timur, Mulianto mengaku sudah berada di daerah banjir sejak tengah malam. ”Saat menerima informasi banjir di Pompengan Raya. Saya langsung turun ke lokasi dan membantu mengevakuasi masyarakat,”kata Mulianto.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...