Marak Penolakan Jenazah, Komisi IX Desak Pemerintah Giatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi

Penolakan jenazah covid-19 yang terjadi di Gowa.

FAJAR.CO.ID — Maraknya peristiwa penolakan jenazah terpapar Covid-19 di beberapa daerah adalah buah dari minimnya pengetahuan warga terhadap wabah pandemi Corona.

Oleh karena itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, meminta pemerintah giat melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terkait penanganan Covid-19 kepada masyarakat.

Sehingga, tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat termasuk peristiwa perundungan terhadap pasien baik yang sembuh maupun meninggal serta tenaga medis yang berada di garis depan penanganan Covid-19.

“Perlu sosilasi kepada masyarakat tentang pihak yang terdampak dan pihak yang menangani Covid-19. Sehingga tidak ada lagi penolakan, khusunya bagi pasien Covid-19 yang meninggal,” kata Putih Sari saat rapat kerja virtual Komisi IX DPR RI bersama kementerian dan lembaga terlait, Jumat (03/04/2020).

Politisi Partai Gerindra itu menuturkan, jika KIE dilakukan secara komprehensif, stigma negatif di masyarakat terhadap pasien Covid-19, tenaga medis yang menangani Covid-19 dan korban yang meninggal diharapkan akan berubah.

Stigma negatif tersebut terjadi karena banyaknya informasi terkait virus Corona yang membingungkan sehingga membuat keresahan di kalangan masyarakat.

Sebelumnya ramai diberitakan, penolakan pemakaman jenazah pasien terinfeksi Corona yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Di Sulawesi Selatan misalnya, hingga hari ini telah terjadi tiga kasus perundungan terhadap jenazah covid-19 yang dihadang massa saat hendak dikubur di pemakaman umum tak jauh dari pemukiman warga.

Kasus pertama menimpa seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Gowa, harus dimakamkan di lokasi lain karena ditolak warga di Kecamatan Manggala, Makassar.

Kasus kedua terjadi di Antang, yang mana ratusan orang kembali memblokade pintu masuk pemakaman Pannara.

Terakhir di wilayah Maccanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Warga sekitar menolak jenazah pasien corona dimakamkan di wilayahnya sehingga ambulans yang membawa jenazah itu memilih penguburan di Sudiang untuk dikebumikan. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...