Pemkot Didesak Hapus Stigma Negatif Masyarakat Terkait Wabah Corona

Rapat di DPRD Makassar. (endra/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-- DPRD Kota Makassar mendesak pemerintah kota Makassar tidak menganggap remeh sikap anarkis massa yang menolak pemakaman jenazah terpapar virus Corona.

Sejak virus pandemi ini menjangkiti Makassar, setidaknya ada dua kasus penolakan pemakaman pasien corona terjadi. Kasus pertama menimpa seorang PDP asal Kabupaten Gowa, harus dimakamkan di lokasi lain karena ditolak warga di Kecamatan Manggala, Makassar.

Kasus kedua terjadi di Antang, yang mana ratusan orang kembali memblokade pintu masuk pemakaman Pannara.

Ketua Komis A DPRD Makassar, Supratman menyatakan dengan tegas insiden penolakan jenazah yang selama ini terjadi di Makasaar karena kurangnya sosialisasi dari pemkot dalam memberi pemahaman kepada warga terkait Covid-19.

Warga juga sepenuhnya tidak bisa disalahkan karena mereka minim informasi akurat terkait penanganan jenazah pasien corona. Adalah tugas pemerintah untuk memberi edukasi kepada warganya agar tidak keliru menanggapi situasi tersebut.

"Terkait penolakan jenazah yang selama ini terjadi, kami DPRD tidak bisa menyalahkan secara utuh kepada masyarakat. Kami tahu masyarakat ini tidak paham. Masyarakat hanya menerima informasi dari media sosial entah itu benar atau hoaks mereka telan mentah-mentah. Sehingga insiden ini bisa terjadi," tegas Supratman kepada fajar.co.id, Jumat (03/04/2020) di gedung DPRD Makassar.

Politisi NasDem itu berharap ke pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk terjun langsung ke lapangan memberi informasi. Tidak cukup hanya lewat media sosial atau spanduk.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...