Pria Ini Pura-Pura Mati di Ambulans demi Mudik ke Kampung Halaman

ILUSTRASI: Ambulans (Mirror)

FAJAR.CO.ID– Seorang warga desa Kashmir, India, pura-pura mati demi bisa mudik ke kampung halamannya di Poonch, perbatasan Pakistan. Tentu saja hal itu merupakan pelanggaran di tengah status penguncian (lockdown) yang diterapkan India.

Pria bernama Hakim Din itu melakukan perjalanan lebih dari 100 kilometer dengan ambulans bersama empat orang lainnya agar bisa menerobos petugas.

Dilansir dari The Star, Jumat (3/4), Hakim Din sebelumnya memang sempat dirawat karena cedera kepala ringan di sebuah rumah sakit di Jammu. Akhirnya Din bekerja sama dengan seorang pengemudi ambulans memalsukan kematiannya untuk melewati pos pemeriksaan.

Din dan tiga orang lelaki lainnya ingin kembali ke Poonch. Kepala Inspektur Kepolisian di wilayah itu, Ramesh Angral, mengatakan keempat pria itu dan sopirnya menempuh jarak lebih dari 160 km dengan ambulans. Mereka melewati banyak pos pemeriksaan menggunakan sertifikat kematian palsu dari rumah sakit.

“Ambulans dihentikan di pos pemeriksaan terakhir,” kata Angral kepada AFP.

“Seorang polisi di sana segera mengetahui bahwa orang yang terbaring dan tertutup di dalam ambulans tidak mungkin mati,” kata polisi.

Orang-orang itu ditangkap dan dikarantina secara terpisah. Semuanya dihukum dengan pasal penipuan dan menentang perintah larangan pemerintah.

India memberlakukan 21 hari penguncian nasional dari Rabu lalu untuk memerangi penyebaran pandemi Coronavirus. Akses internet juga sangat dibatasi hanya 2G. Banyak pengguna ponsel juga tidak dapat mengakses Internet di perangkat mereka. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar