Tak Cerminkan Social Distancing, Komisi D Kritik Program Pasar Murah

Sabtu, 4 April 2020 21:51

Suasana pasar murah.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pasar murah adalah satu program Pemkot Makassar di tengah pandemi corona, namun program tersebut dinilai tidak efektif dalam mencegah penyebaran.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi D Kota Makassar, Yeni Rahman. Ia menilai di tengah pandemi corona saat ini, program pasar murah akan mengundang kehadiran warga untuk berkumpul di satu titik yang sama.

Untuk itu, pihaknya pun mengusulkan agar sembako dibawakan langsung ke rumah warga.

“Physical distancing kan tujuannya melarang berkumpul. Nah itu kalau pasar murah orang pasti berkumpul. Artinya malah bertentangan dengan tujuan awalnya,” ungkap Yeni, Sabtu (4/4/2020).

Yeni menambahkan, pembagian sembako secara langsung ke rumah masing-masing, akan efektif dan terhindar dari kerumunan massa.

“Itu kerja dinas sosial mendatangi masyarakat yang terdampak. Masa orang disuruh tinggal di rumah tapi kebutuhan mereka tidak terjamin. Jadi jangan salahkan kalau masih banyak yang keluar rumah sebab mereka cari makan,” ujarnya.

Agar pambagian sembako tersebut tepat sasaran, dirinya meminta pihak Pemkot memperbaiki data-data masyarakat.

“Jadi agar adil semua dapat bantuan maka kalau dia sudah dapat rastra misalnya, tidak dapat sembako tapi cari warga yang lain yang pekerja harian tapi tidak dapat rastra,” ucap Yeni.

“Idealnya itu 15 kepala keluarga per RT yang dapat bantuan. Kalau yang pemkot sedang canangkan jika dihitung-hitung hanya 2 kepala keluarga per RT. Tidak cukup pasti,” katanya, menambahkan.

Komentar


VIDEO TERKINI