Toko dan Pasar Boleh Beroperasi Tapi Terbatas

Sabtu, 4 April 2020 13:19

ILUSTRASI. (Foto Nurhadi/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemprov Sulsel tak menginstruksikan penutupan pasar tradisional dan toko sembako. Hanya pembatasan jam operasional.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Sulsel, A Aldiana Thamrin mengatakan sesuai instruksi Gubernur Sulsel, ada pembatasan jam operasional. Khususnya untuk pasar tradisional dan berlaku di seluruh kabupaten/kota.

“Hanya beroperasi hingga pukul 12.00. Selain itu, pemda kita minta wajib melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan secara berkala di pasar-pasar tradisional,” ungkapnya kepada FAJAR, Jumat, 3 April.

Khusus untuk toko atau penjual sembako, pihaknya sudah menginstruksikan agar memberlakukan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Seperti ada batas jarak antarpembeli, juga wajib menyediakan hand sanitizer.

“Kita minta pemda untuk pantau terus. Tujuannya agar menghindari ada kerumunan untuk mencegah penyebaran pandemi ini. Untuk restoran, warkop, kafe dan sebagainya, hanya boleh menerima pesanan online saja atau dibungkus (take away),” terangnya.

Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Pemkot Makassar untuk melakukan penutupan sejumlah pusat ritel bukan kebutuhan sembako. Diakuinya, beberapa toko masih beroperasi normal terutama di bilangan Jalan Pengayoman.

“Kita sudah minta Alaska dan Bintang untuk tutup, koordinasi dengan Pemkot. Mudah-mudahan sudah dipatuhi. Untuk toko sembako, saya kira belum ada kebijakan mesti ditutup, karena bukan lockdown,” tandasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah menambahkan, warga juga diminta tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Apalagi pusat-pusat penjualan sembako tetap beroperasi, bukan ditutup. Selain itu, stok pangan juga aman.

Bagikan berita ini:
4
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar