1 Pekerja Positif Covid-19, 2 Pusat Grosir di Surabaya Tutup

Minggu, 5 April 2020 21:40

SUDAH SEPI, KINI KOSONG: Para pedagang dan pegawai di Pasar Kapasan berkemas dan mengosongkan toko-toko setelah pemkot m...

Perempuan itu mengungkapkan, dirinya sudah 30 tahun berjualan di Pasar Kapasan. Sehari-hari dia berdagang pakaian. Dalam sehari, Yuliati menyebut omzetnya mencapai Rp 5 juta.

Angka tersebut sebenarnya jauh menurun jika dibandingkan dengan sebelumnya. Sebab, pada hari biasa tanpa isu persebaran virus korona, omzet bisnis Yuliati mencapai Rp 40 juta sehari. ’’Adanya virus korona sebenarnya sudah berdampak pada pedagang. Kini kondisi kami semakin terjepit,’’ ungkapnya.

Dari data yang diperoleh Jawa Pos, saat ini ada 1.600 pedagang yang berjualan di Pasar Kapasan. Sebagian besar merupakan pedagang pakaian. Rata-rata memiliki tiga pegawai.

Sementara itu, omzet pedagang beragam. Dalam sebulan, omzet satu pedagang minimal Rp 150 juta. Artinya, pendapatan kotor di pasar bisa mencapai Rp 240 miliar sebulan.

Dewan Sidak, Minta Pedagang Tetap Buka

Anggota Komisi B DPRD Surabaya John Thamrun langsung mendatangi Pasar Kapasan kemarin. Dia meminta kebijakan penutupan pasar untuk pencegahan korona tidak dilakukan.

’’Jadi, hasil tes swab itu seharusnya dua kali. Nah, hasil tes kedua kan belum keluar,’’ ujar politikus PDIP tersebut. Dia menegaskan, yang berhak menentukan orang tersebut positif korona adalah dokter dan hasil laboratorium. Jika hasilnya belum tentu positif, dia meminta penutupan tidak dilakukan.

Dalam suratnya, PDPS menulis bahwa salah seorang yang sehari-hari bekerja di Pasar Kapasan sudah terkonfirmasi terkena coronavirus disease 2019 (Covid-2019). Karena itu, jual beli ditiadakan selama dua pekan.

Komentar