1 Pekerja Positif Covid-19, 2 Pusat Grosir di Surabaya Tutup

Minggu, 5 April 2020 21:40

SUDAH SEPI, KINI KOSONG: Para pedagang dan pegawai di Pasar Kapasan berkemas dan mengosongkan toko-toko setelah pemkot m...

Menurut dia, keputusan penutupan tersebut sangat prematur dan merugikan pedagang. Saat sidak, dia meminta para pedagang tetap berjualan dengan menjalankan protokol pencegahan Covid-19. ’’Tapi, setelah saya pergi, PDPS datang, lalu menertibkan pedagang agar mereka tutup,’’ ujarnya.

Thamrun menilai, penutupan tersebut berdampak besar bagi perekonomian pedagang. Apalagi, Pasar Kapasan adalah salah satu pasar dengan perputaran ekonomi terbesar di Surabaya.

Menurut Thamrun, penutupan tersebut terasa seperti lockdown bagi para pedagang dan pekerja di pasar. Hal tersebut bisa dilakukan apabila ada kompensasi dan fasilitas dari pemerintah. Baik berupa sembako maupun kebutuhan lainnya. ’’Tapi, jangan lah. Masih ada cara lain untuk mencegah Covid-19,’’ kata politikus dengan latar belakang advokat itu.

Dia menyarankan pedagang dan pembeli tetap boleh masuk pasar dengan menggunakan masker. Hand sanitizer dan tempat cuci tangan perlu disediakan.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono menilai, pemkot dan PD Pasar harus melihat kondisi seluruh pasar. Dia merasa fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer belum terbagi merata. Hanya beberapa pasar yang sudah memilikinya. ’’Coba tiru swalayan. Antara pedagang dan pembeli ada pembatas mika plastik. Jadi, orang jual beli merasa aman,’’ ujarnya.

Selain itu, belum ada aturan khusus mengenai SOP bagi para pedagang yang tetap membuka usaha. Menurut Baktiono, ketentuan tersebut perlu dituangkan dalam surat edaran atau peraturan wali kota. ’’Kalau imbauan lisan, ya sulit,’’ jelasnya.

Bagikan berita ini:
3
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar